Sakura
menggeliat saat hawa dingin menyapu kulit putihnya yang hanya terbalut selimut.
Sakura tidak merasakan kehangatan kasur yang dia rasakan semalam. Keras dan
dingin. Rasa yang cukup asing bagi sakura hingga dia terbangun dari tidur
lelapnya.
Mata sakura
mengerjap tidak percaya apa yang dia lihat. Dia tertidur di atas sebuah batu
yang berbentuk oval di dalam sebuah gua yang cukup dingin dan lembab. Sakura
mengedarkan pandangannya hanya terdapat dirinya seorang. Keadaannya sekarang
membutanya bingung. Terlebih dia hanya memakai selimut yang melilit tubuh
polosnya.
Mengingat
selimut sakura teringat kejadian yang menimpanya semalam. Lebih tepatnya
kejadian tidak terduga yang menjadikannya menyatu dengan sasuke entah sengaja
atau tidak. Dan terakhir yang di ingatnya dia berada dalam kamar sasuke di atas
ranjang empuknya tak lupa sasuke berada di sampingnya.
Dan kini dia
tidak berada di kamar sasuke atau kastil sasuke. Sakura tidak tau dimana itu.
Tapi yang jelas sakura memperkirakan dirinya berada di sebuah gua. Mengingat
bau lembab dan udara dingin sangat identik dengan sifat itu.
Tap tap tap
Sebuah langkah
membuat sakura menjadi waspada. Pasalnya bukan hanya sepasang langkah tapi
beberapa langkah yang semakin mendekat ke arahnya. Di ujung lorong sakura tidak
bisa melihat dengan jelas siapa yang datang. Matanya menyipit untuk memperjelas
pengelihatannya tapi percuma. Gua itu terlalu gelap terlebih mata sakura punya
kekurangan sampai harus memakai kacamata untuk memperjelas. Di saat seperti ini
tidak ada yang namanya kacamata
Sakura menatap
orang-orang yang melangkah kearahnya. Sesaat sakura terpesona dengan mereka.
Sangat tampan dan rupawan. Sakura menduga jika mereka seumuran dengan sasuke.
Tidak mungkin mereka seumuran dengannya yang tujuh belas tahun.
Lima orang yang
mendekati sakura berhenti beberapa meter dari tempatnya. Salah satu dari mereka
tetap berjalan ke arahnya. Sakura mengenali wajah itu mirip seperti seseorang.
“sudah lama
tidak bertemu, sakura”
Laki-laki itu
menyapanya dan juga memanggil namanya. Sakura diam menunggu kata-kata dari
laki-laki itu.
“aku uchiha
itachi, kakak sasuke”
Benar. Dia mirip
dengan sasuke. Sakura baru ingat jika laki-laki di hadapannya mempunyai mata
yang sama dengan sasuke. Mereka juga mempunyai wajah yang terkesan datar dan
rambut raven yang sama. Hanya saja rambut laki-laki itu lebih panjang dan di
ikat.
“akhirnya kita
bisa bertemu kembali setelah sekian lama”.
Sakura masih
tidak mengerti maksud dari perkataan laki-laki itu. Sama seperti sasuke saat
pertama melihatnya. Mengucapkan kata-kata yang tidak di mengerti olehnya sama
sekali. Belum sempat sakura bertanya laki-alki itu melanjutkan perkataannya.
“sebentar lagi
aku akan menjadi penguasa nergeri ini dan kau yang akan menjadi pendampingku”.
Kata-kata
terakhir itachi membuat sakura tersentak. Yang dia tau penguasa negeri ini
adalah sasuke seorang. Jika laki-laki itu berkata akan menjadi penguasa itu
berarti dia akan merebut negeri ini dari tangan sasuke. Tak pula juga
merebutnya dari tangan sasuke.
Tunggu. Apa dia
sudah menjadi milik sasuke? Dia sudah menyatu dengan sasuke. Apa mungkin benih
sasuke sudah tertanam dalam tubuhnya? Tangan sakura meraba perutnya yang datar.
Itachi melihat tingkah calan istrinya itu. Seakan tau apa yang sudah terjadi
itachi menggeram dengan kedua tangan yang terkepal erat di kedua sisi tubuhnya.
Matanya memerah
dalam sekejap dengan pola tiga garis lancip setengah melingkar. Tatapannya
tajam menuju perut sakura. Rahangnya mengeras saat mengetahui perut sakura
telah terisi sebuah kehidupan.
Sasuke sudah
mendahuluinya. Sejak menculik wanita itu itachi sudah curiga dengan keadaan
wanita itu yang hanya tertutup sehelai selimut di kamar adik nya. Tidak salah
lagi jika itachi berasumsi sasuke sudah menodai sakura dan menanamkan benihnya
dalm tubuh sakura.
“ternyata aku
sudah terlambat”
Sakura sadar
mendengar ucapan itachi. “apa maksudmu?”
“sasuke,
ternyata dia sudah mendahuluiku. Benihnya sudah tertanam di tubuhmu. Bahkan
sekarang sudah berkembang menjadi janin”, ucap itachi melihat perut rata sakura
dengan sinis.
Ingin sekali
itachi membunuh janin itu sekrang juga agar darah daging sasuke tidak tertanah
dalam tubuh sakura. Tapi jika itu dia lakukan dia kan kehilangan wanita yang
ada di hadapannya kini dia cintai. Dan itachi tidak mau hal itu terjadi.
“itachi, sudah
waktunya”. Ucap salah satu laki-laki yang datang bersama itachi berwajah
seperti iakn hiu, kisame.
Sakura yang
tidak mengerti apapun tentang dunia yang dia tempati menjadi bingung. Dia
menatap itachi yang mendekat ke arahnya. Tanpa di duga itachi mencium bibirnya
dengan lembut. Kesadaran sakura menghilang saat bibir itachi terlepas dari
bibir sakura. Dengan sigap itachi menangkap tubuh sakura dan meletakkan sakura
di atas batu itu dengan perhalan.
Seorang
laki-laki berambut kuning panjang dengan poni yang menutupi setengah wajahnya
berjalan ke arah barat sakura. Seorang lagi berambut merah dengan wajah
babyface berjalan ke arah utara sakura. seorang lagi dengan rambut klimis ke
arah belakang berjalan ke arahselatan sakura. Kisame berjalan ke arah timur
sakura.
Sedangkan itachi
berada di samping sakura. Menatapnya dengan lembut. Itachi berucap pelan
membuat ke empat titik berdirinya teman-temannya bercaya terang menyinari gua
itu.
Tubuh sakura
mengeluarkan cahaya yang menyilaukan melayang ke atas dan detik berikutnya
cahaya menyilaukan gua tersebut tanpa ada yang bisa melihat apa yang terjadi
setelahnya.
***
Pasukan sasuke bertarung melawan pasukan itachi. Pasukan yang tidak
lebih para vampir dan manusia serigala yang hanya berbeda aliran darah. pasukan
itachi lebih identik dengan darah orang awam sedangkan pasukan sasuke rata-rata
bercaram campuran dan bangsawan.
Walaupun unggul
dalam kekuatan pasukan sasuke tetap kewalahan melawan pasukan itachi yang dua
kali lipat dari pasukannya. Sebuah getaran yang hebat membuat peperangan itu
berhenti sejenak. Melihat apa yang terjadi di sekitar mereka.
Tanah yang
mereka pijaki bergetar yang retak. Tak lama retakan itu hancur membuat sebagian
pasukan jatuh ke dalam lubang yang di akibatkan retakan tadi. Sasuke dan
teman-temannya menghindar dari retakan itu agar tidak terjadi hal yang sama.
Tubuh sasuke
bergetar hebat. Aura yang sangat besar melebihi dirinya bisa di rasakannya
dengan jelas. Bukan hanya dirinya, teman-temannya yang tidak jauh darinya juga
dapat merasakan aura itu. Aura yang sangat berbahaya dan kuat.
Sasuke berbalik
dengan cepat sambil mengeluarkan katana nya saat merasa seseorang mendekat ke
arahnya juga mengarahkan katana padanya. Mata sasuke membulat melihat orang
yang telah merebut wanitanya malam lalu kini menyerangnya. Giginya bergemeletuk
menatap sosok itu. Sasuke merasa benci melihat wajah itu lagi.
Teman-teman
sasuke hanya melihat mereka dari kejauhan dengan wajah terkejut. Mereka tidak
ingin mengambil resiko dengan menyerahkan nyawa mereka pada pertarungan itu.
Bisa mereka rasakan aura yang sangat kuat dari masing-masing orang yang
sama-sama mengarahkan katana mereka itu.
“lama tidak
bertemu, sasuke”
Sasuke semakin
menekan katana nya hingga mereka terpental menjauh ke arah berlawanan.
“lama tidak
bertemu juga, niisan”
Huhh kenapa nanggung ? Kepo nihh
BalasHapusGak sabar lihat kelanjuttan nya cpt di rilis ya...ceritanya
BalasHapusKepepet terus sama ujian masuk >_< maaf menunggu...
BalasHapusMn lanjutanny nih
BalasHapusMn lanjutanny nih
BalasHapusMin tolong di lanjut in ya.. ceritanya bagus ko..
BalasHapusMangaats min
Gomen udah buat nunggu lama.. Next chap udah ada kok.. Mungkin bahasanya sedikit berbeda karena udah beberapa tahun.. Jangan lupa komen..
BalasHapusMakasih udah mengikuti.. Arigatou..