Selasa, 01 Juli 2014

FANFIC SASUSAKU

moonlight chap 4



Sakura menggeliat saat hawa dingin menyapu kulit putihnya yang hanya terbalut selimut. Sakura tidak merasakan kehangatan kasur yang dia rasakan semalam. Keras dan dingin. Rasa yang cukup asing bagi sakura hingga dia terbangun dari tidur lelapnya.
Mata sakura mengerjap tidak percaya apa yang dia lihat. Dia tertidur di atas sebuah batu yang berbentuk oval di dalam sebuah gua yang cukup dingin dan lembab. Sakura mengedarkan pandangannya hanya terdapat dirinya seorang. Keadaannya sekarang membutanya bingung. Terlebih dia hanya memakai selimut yang melilit tubuh polosnya.
Mengingat selimut sakura teringat kejadian yang menimpanya semalam. Lebih tepatnya kejadian tidak terduga yang menjadikannya menyatu dengan sasuke entah sengaja atau tidak. Dan terakhir yang di ingatnya dia berada dalam kamar sasuke di atas ranjang empuknya tak lupa sasuke berada di sampingnya.
Dan kini dia tidak berada di kamar sasuke atau kastil sasuke. Sakura tidak tau dimana itu. Tapi yang jelas sakura memperkirakan dirinya berada di sebuah gua. Mengingat bau lembab dan udara dingin sangat identik dengan sifat itu.
Tap tap tap
Sebuah langkah membuat sakura menjadi waspada. Pasalnya bukan hanya sepasang langkah tapi beberapa langkah yang semakin mendekat ke arahnya. Di ujung lorong sakura tidak bisa melihat dengan jelas siapa yang datang. Matanya menyipit untuk memperjelas pengelihatannya tapi percuma. Gua itu terlalu gelap terlebih mata sakura punya kekurangan sampai harus memakai kacamata untuk memperjelas. Di saat seperti ini tidak ada yang namanya kacamata
Sakura menatap orang-orang yang melangkah kearahnya. Sesaat sakura terpesona dengan mereka. Sangat tampan dan rupawan. Sakura menduga jika mereka seumuran dengan sasuke. Tidak mungkin mereka seumuran dengannya yang tujuh belas tahun.
Lima orang yang mendekati sakura berhenti beberapa meter dari tempatnya. Salah satu dari mereka tetap berjalan ke arahnya. Sakura mengenali wajah itu mirip seperti seseorang.
“sudah lama tidak bertemu, sakura”
Laki-laki itu menyapanya dan juga memanggil namanya. Sakura diam menunggu kata-kata dari laki-laki itu.
“aku uchiha itachi, kakak sasuke”
Benar. Dia mirip dengan sasuke. Sakura baru ingat jika laki-laki di hadapannya mempunyai mata yang sama dengan sasuke. Mereka juga mempunyai wajah yang terkesan datar dan rambut raven yang sama. Hanya saja rambut laki-laki itu lebih panjang dan di ikat.
“akhirnya kita bisa bertemu kembali setelah sekian lama”.
Sakura masih tidak mengerti maksud dari perkataan laki-laki itu. Sama seperti sasuke saat pertama melihatnya. Mengucapkan kata-kata yang tidak di mengerti olehnya sama sekali. Belum sempat sakura bertanya laki-alki itu melanjutkan perkataannya.
“sebentar lagi aku akan menjadi penguasa nergeri ini dan kau yang akan menjadi pendampingku”.
Kata-kata terakhir itachi membuat sakura tersentak. Yang dia tau penguasa negeri ini adalah sasuke seorang. Jika laki-laki itu berkata akan menjadi penguasa itu berarti dia akan merebut negeri ini dari tangan sasuke. Tak pula juga merebutnya dari tangan sasuke.
Tunggu. Apa dia sudah menjadi milik sasuke? Dia sudah menyatu dengan sasuke. Apa mungkin benih sasuke sudah tertanam dalam tubuhnya? Tangan sakura meraba perutnya yang datar. Itachi melihat tingkah calan istrinya itu. Seakan tau apa yang sudah terjadi itachi menggeram dengan kedua tangan yang terkepal erat di kedua sisi tubuhnya.
Matanya memerah dalam sekejap dengan pola tiga garis lancip setengah melingkar. Tatapannya tajam menuju perut sakura. Rahangnya mengeras saat mengetahui perut sakura telah terisi sebuah kehidupan.
Sasuke sudah mendahuluinya. Sejak menculik wanita itu itachi sudah curiga dengan keadaan wanita itu yang hanya tertutup sehelai selimut di kamar adik nya. Tidak salah lagi jika itachi berasumsi sasuke sudah menodai sakura dan menanamkan benihnya dalm tubuh sakura.
“ternyata aku sudah terlambat”
Sakura sadar mendengar ucapan itachi. “apa maksudmu?”
“sasuke, ternyata dia sudah mendahuluiku. Benihnya sudah tertanam di tubuhmu. Bahkan sekarang sudah berkembang menjadi janin”, ucap itachi melihat perut rata sakura dengan sinis.
Ingin sekali itachi membunuh janin itu sekrang juga agar darah daging sasuke tidak tertanah dalam tubuh sakura. Tapi jika itu dia lakukan dia kan kehilangan wanita yang ada di hadapannya kini dia cintai. Dan itachi tidak mau hal itu terjadi.
“itachi, sudah waktunya”. Ucap salah satu laki-laki yang datang bersama itachi berwajah seperti iakn hiu, kisame.
Sakura yang tidak mengerti apapun tentang dunia yang dia tempati menjadi bingung. Dia menatap itachi yang mendekat ke arahnya. Tanpa di duga itachi mencium bibirnya dengan lembut. Kesadaran sakura menghilang saat bibir itachi terlepas dari bibir sakura. Dengan sigap itachi menangkap tubuh sakura dan meletakkan sakura di atas batu itu dengan perhalan.
Seorang laki-laki berambut kuning panjang dengan poni yang menutupi setengah wajahnya berjalan ke arah barat sakura. Seorang lagi berambut merah dengan wajah babyface berjalan ke arah utara sakura. seorang lagi dengan rambut klimis ke arah belakang berjalan ke arahselatan sakura. Kisame berjalan ke arah timur sakura.
Sedangkan itachi berada di samping sakura. Menatapnya dengan lembut. Itachi berucap pelan membuat ke empat titik berdirinya teman-temannya bercaya terang menyinari gua itu.
Tubuh sakura mengeluarkan cahaya yang menyilaukan melayang ke atas dan detik berikutnya cahaya menyilaukan gua tersebut tanpa ada yang bisa melihat apa yang terjadi setelahnya.
***
Pasukan sasuke bertarung melawan pasukan itachi. Pasukan yang tidak lebih para vampir dan manusia serigala yang hanya berbeda aliran darah. pasukan itachi lebih identik dengan darah orang awam sedangkan pasukan sasuke rata-rata bercaram campuran dan bangsawan.
Walaupun unggul dalam kekuatan pasukan sasuke tetap kewalahan melawan pasukan itachi yang dua kali lipat dari pasukannya. Sebuah getaran yang hebat membuat peperangan itu berhenti sejenak. Melihat apa yang terjadi di sekitar mereka.
Tanah yang mereka pijaki bergetar yang retak. Tak lama retakan itu hancur membuat sebagian pasukan jatuh ke dalam lubang yang di akibatkan retakan tadi. Sasuke dan teman-temannya menghindar dari retakan itu agar tidak terjadi hal yang sama.
Tubuh sasuke bergetar hebat. Aura yang sangat besar melebihi dirinya bisa di rasakannya dengan jelas. Bukan hanya dirinya, teman-temannya yang tidak jauh darinya juga dapat merasakan aura itu. Aura yang sangat berbahaya dan kuat.
Sasuke berbalik dengan cepat sambil mengeluarkan katana nya saat merasa seseorang mendekat ke arahnya juga mengarahkan katana padanya. Mata sasuke membulat melihat orang yang telah merebut wanitanya malam lalu kini menyerangnya. Giginya bergemeletuk menatap sosok itu. Sasuke merasa benci melihat wajah itu lagi.
Teman-teman sasuke hanya melihat mereka dari kejauhan dengan wajah terkejut. Mereka tidak ingin mengambil resiko dengan menyerahkan nyawa mereka pada pertarungan itu. Bisa mereka rasakan aura yang sangat kuat dari masing-masing orang yang sama-sama mengarahkan katana mereka itu.
“lama tidak bertemu, sasuke”
Sasuke semakin menekan katana nya hingga mereka terpental menjauh ke arah berlawanan.
“lama tidak bertemu juga, niisan”

7 komentar:

  1. Huhh kenapa nanggung ? Kepo nihh

    BalasHapus
  2. Gak sabar lihat kelanjuttan nya cpt di rilis ya...ceritanya

    BalasHapus
  3. Kepepet terus sama ujian masuk >_< maaf menunggu...

    BalasHapus
  4. Min tolong di lanjut in ya.. ceritanya bagus ko..
    Mangaats min

    BalasHapus
  5. Gomen udah buat nunggu lama.. Next chap udah ada kok.. Mungkin bahasanya sedikit berbeda karena udah beberapa tahun.. Jangan lupa komen..
    Makasih udah mengikuti.. Arigatou..

    BalasHapus