TRACK A
DREAM
Fikirannya
tidak fokus sejak kemarin.Hari ini dia sudah kebanyakan melamun sambil
berjalan.
BRUKK..
Entah
sudah bertubruk berapa kali saat dia melamun.Dengan cepat dia meminta maaf pada
salah satu senpainya yang dia tubruk baru saja.Setelah senpainya berlalu dia
kembali melanjutkan langkahnya menuju ruang klubnya.
Kali ini
dia mempercepat langkahnya.Dia sangat khawatir.Khawatir jika gosip itu benar
adanya.Sempat dia menepis gosip itu dari ucapan temannya tapi lama-lama gosip
itu menyebar di lingkungan sekolah.Dia benar-benar tidak percaya dengan gosip
itu.Atau bisa dibilang dia tidak ingin percaya gosip itu.
Pintu
ruang klub sudah terlihat.Belum sempat dia masuk kedalam suara temannya yang
memandu adik-adik kelasnya di klubku terdengar.Dia rapikan bajunya sebelum
masuk.Sebelum benar-benar masuk dia berharap jika apa yang tidak dia inginkan
terjadi di ruangan itu nantinya.
“Konnichiwa,minna”Ucapnya
seraya masuk.
Dengan
tanggap kedua matanya menangkap sosok yang selama ini memenuhi pikirannya.
Laki-laki
berkaca mata itu berbincang denagn sosok disampingnya.Dia hanya berbicara
dengan teman laki-lakinya.Helaan nafas membuatnya menepis segala dugaan buruk
yang dipikirnya tadi.
Dia
hampiri bangku kosong disamping temannya yang sibuk menulis sesuatu.Tidak ada
yang aneh selama dia masuk berarti gossip itu salah adanya.Tapi jantungnya
berdegup cepat tak kala dia duduk di bangkunya.Gadis sebangkunya langsung saja
membicarakan hal yang sudah di tepisnya.
“Ada
gossip baru hari ini.Kau sudah dengar?”Ucapnya sedikit berbisik.
Sengaja
dia menggeleng.
“Toma
berpacaran dengan Haruka,bisiknya.Jantungnya berdebar cepat.Rasa sakit dan
nyeri mulai menyelubungi dadanya.”Semua juga baru tau hari ini.Mereka sudah
berpacaran 3 hari lalu.”Lanjut gadis itu.
Mati-matian
dia tidak membuat ekspresi sedih.Ekspresi itulah yang ingin dia keluarkan.Tapi
dia hanya memaksa senyumnya keluar agar gadis dihadapannya beranggapan dia
senang mendengar kabar itu.
Tepat
setelah gadis itu melanjutkan menulisnya dia menatap sendu laki-laki berkaca
mata itu.Laki-laki yang sudah memiliki hatinya.Laki-laki itulah alasan dia ada
di klub itu.Agar dekat dengan laki-laki itu.Semua pengorbanan agar bisa bersama
laki-laki itu selalu dia lakukan tiap ada kesempatan.
Tapi
semua pengorbanannya sia-sia karna tanpa dia sadari laki-laki itu menyukai
gadis lain.Dan gadis itu sedang bercanda ria dengan salah satu adik
kelasnya.Tanpa sadar dia menatap gadis itu dengan tatapan membunuh.Mui,gadis
yang duduk disampingnya menatapnya bingung.Tatapannya penuh dengan kebencian.Baru
kali ini dia mengeluarkan tatapan seperti itu.
Mui
mengikuti arah tatapannya.Dia sungguh tidak mengerti dengan teman dekatnya
itu.Kini dia menatap gadis itu dengan tenang.Seakan tidak ada emosi yang
terlihat di matanya.Dia menghiraukan ucapan Mui yang mengajaknya
bicara.Sengaja,karena dia tau maksud Mui yang mengalihkan tatapannya.
Sekarang
dia benci gadis yang sudah menjadi milik laki-laki yang dicintainya.Awalnya dia
anggap gadis itu sebagai temannya.Tapi kali ini dan mulai sekarang gadis itu
adalah musuhnya.Bagaimanapun caranya dia harus menghancurkan gadis utu.
Sebuah
ide mengalir dikepalanya.Membuatnya pergi tanpa pamit dari ruang klub membuat
semua orang didalam ruang heran dengan tingkahnya.Dia tidak perduli.Dia harus
cepat pulang kerumah dan meminta bantuannya.
Rambutnya
yang basah dia usap dengan handuk kecil.Wajah yang selalu memakai kacamata itu
nampak alami tampan.Ditambah dengan kacamata yang baru saja dipakainya untuk
melihat pesan masuk pada ponselnya.Senyumnya mengembang sebelum membalas pesan
itu lalu meletakkan ponselnya di meja kecil dekat ranjang.Dia sampirkan handuk
kecil yang dia gunakan mengeringkan rambut pada sandaran kursi.Laki-laki remaja
itu merayap keatas ranjang,bersiap pergi kealam khayalannya.Dia matikan lampu tidur
lalu menyamankan kepalanya.Kelopaknya tertutup membuktikan bahwa dia siap
kealam mimpi.
Keduanya
saling bergandengan tangan.Bunga-bunga berwarna-warni di taman menambah kesan
romantic di keduanya.Suasana musim semi yang sangat sejuk dan nyaman mereka manfaatkan
berjalan berkeliling taman bunga.
Laki-laki
berkaca mata itu mengeratkan genggamannya pada gadis yang dicintainya saat
angin berdesir cukup keras.Seakan dia takut jika gadis itu akan pergi diterpa
angina.Sedangkan gadis di sampingnya hanya tersenyum senang menerima genggaman
hangat dari laki-laki tampan itu.Mulut mereka terkunci tapi genggaman mereka
berkata apa yang mereka rasakan.Sungguh cinta yang sangat indah.Tanpa
mengeluarkan kata-kata rayuan hanya dengan perilaku yang diberikan pada pasangan
mengungkapkan isi hati kita.
Angin
berdesir keras.Kali ini lebih keras dari sebelumnya hingga membuat kelopak
bunga beterbangan mengikuti arah angin.Terpaksa mereka melindungi mata mereka
dari debu yang ikut beterbangan bersama angin.Mata mereka terbuka saat angin
tidak lagi bertiup.Betapa terkejutnya mereka, bukan taman bunga yang mereka
lihat.Melainkan puluhan pohon yang menjulang tinggi dengan bau lembab.Persis
seperti di tengah hutan.
Sebuah
suara membuat mereka menoleh.Menatap sosok yang berdiri di depan pohon tak jauh
dari mereka.Wajahnya yang tertutupi topeng membuat mereka tidak mengetahui rupa
sosok itu.Sosok itu menatap tajam mereka.Lebih tepatnya gadis yang berada di
belakang laki-laki itu.Sosok itu mengeluarkan belati dibalik jubahnya.Detik berikutnya
dengan cepat dia mengarah pada sepasang kekasih itu.Dengan berani laki-laki itu
melindungi gadisnya.
Tanpa
diduga sosok itu sudah berada didepannya.Tanpa persiapan apapun dia hanya
menghindari belati yang mengarah padanya.Sosok itu menendangnya sangat keras
sehingga dia terjungkal ke belakang membentur pohon dengan keras.Kini sangat
sulit dengan keadaannya bisa menjangkau gadisnya.Waktu berputar dengan
cepat.Dia menatap sosok itu mengangkat belatinya akan menebas gadisnya.Dan
detik berikutnya dia melihat belati itu berayun dengan sangat cepat.
“Haruka….!!!!”
Peluh
membasahi pelipisnya.Bahkan piyamanya sedikit basah karena keringat.Mimpi buruk
yang dia alami baru saja mempermudah pengeluaran keringatnya tanpa
berolahraga.Pundaknya terasa nyeri saat digerakkan.Seperti membentur dengan
keras.Dia kembali mengingat mimpi buruknya.Dia mimpi membentur pohon.Dan itu
terasa dia alam nyata.Lalu dia teringat gadis yang bersamanya.
Diraihnya
ponsel di meja kecil dekat ranjang.Waktu menunjukkan 2 dini hari pada layar
ponselnya.Masih terlalu malam untuk menelfon gadisnya.Rasa khawatir
menyelubungi hatinya.Rasa nyeri yang dia rasakan sebuah pertanda buruk akan
mimpi itu.Dan hal yang terakhir dilihatnya terjadi sesuatu yang buruk pada
gadisnya.Orang pasti akan tertawa padanya yang percaya mimpi itu nyata.Tapi dia
memang merasa mimpi itu nyata.
Desiran
angin dan bau lembab hutan benar-benar terasa.Tidak ingin memikirkan hal yang
buruk dia kembali melanjutkan tidurnya.Dia berharap jika mimpi buruknya tidak
benar-benar terjadi.
Kelopaknya
terbuka pelan.Menatap langit-langit yang penuh bintang. Tentunya hanya hiasan
berbentuk bintang yang sengaja ditempelnya.
“Sudah
selesai?”
Dia
menoleh.Sosok laki-laki tampan dengan jubah hitam menatapnya dengan
tersenyum.Bukan.Dia menyeringai padanya.Dengan kedua tangan terlipat didepan
dada membuatnya seperti orang yang berkuasa di alam semesta.Dia bangkit merubah
posisinya menjadi duduk.Pandangannya mengarah pada kedua tangannya yang
gemetar.
“Kau
takut?”
Kepalanya
terangkat menatap laki-laki tampan yang ada di hadapannya.
“Tidak.Aku
hanya merasa….”Ucapnya menggantung.”Tadi terasa nyata.Sangat nyata”Laki-laki
itu menyeringai mendengar penuturan gadis itu yang terlihat polos.Dia usapkan
tangan dinginnya ke pipi gadis itu.Gadis itu kembali menatapnya.
“Bagaimana
perasaanmu?’
Ditatapnya
mata merah laki-laki itu.Tidak ada rasa takut saat menatap mata itu.Dia tau
laki-laki itu tidak suka manusia menatap matanya secara langsung.Kecuali
untuknya.Senang? Bahkan dia tidak tau bagaimana ekspresi yang harus dia
tunjukkan setelah mengalami mimpi itu.Ya.Dialah sosok bertopeng yang ada
didalam mimpi sepasang kekasih itu.Dengan bantuan Raja kegelapan tak lain
laki-laki tampan didepannya dia ingin mengacaukan hidup sepasang kekasih
itu.Tapi dia tidak menyangka jika mimpi itu begitu nyata.Bahkan sangat nyata
untuk dirasakan.
Dia
mengalihkan tatapannya.”Entahlah,aku tidak tau”
"Kau
ingin mencobanya lagi?" Seakan ada harapan muncul dia kembali menatap mata
merah itu.
”Benarkah?”
Kali ini
bukan seringai yang dia tunjukkan.Melainkan senyum lembut yang sangat
menawan.”Lain kali.Kau harus istirahat setelah perjalanan jauh mimpimu.”
Dia
dorong pelan gadis itu sampai kembali terlentang diatas ranjang.
“Tidurlah.”Ucapnya
seraya menyelimuti gadis itu.”Aku akan menjagamu”
Dia
tatap lagi mata merah itu.Seakan mencari kebenaran kata katanya.Tersirat
melindungi pancaran mata merah itu.Membuatnya tenang menutup kelopak
matanya.Setelah kelopak mata gadis itu tertutup tatapannya menjadi sendu pada
gadis itu.Dia harus menjaga perasannya jika dia mencintai gadis itu tulus.Gadis
itu datang padanya meminta bantuan untuk mengacaukan mimpi laki-laki yang
dicintainya.Dengan senang hati dia mengabulkan permintaan gadis
itu.Bagaimanapun juga dia mempunyai perasaan.Sosok raja kegelapan yang ditakuti
banyak orang telah mencintai gadis manusia biasa di bumi.
Wajahnya
menunduk kebawah.Dia berjalan sendiri hari ini.Kekasih yang biasa berjalan
bersamanya tidak Nampak disampingnya.Dia memikirkan sesuatu.Mimpi yang
dialaminya semalam membuatnya shock.Bahkan setelah sadar dari mimpi itu dia
tidak berani kembali terlelap.Dia sangat takut jika mimpi buruk itu kembali
menyerangnya.Alhasil terdapat kantong hitam dimatanya.Dia takut jika mimpi itu
benar-benar nyata.Dia sudah membayangkan apa yang akan terjadi padanya di mimpi
itu.Dan membayangkannya membuat bulu kuduknya berdiri.
Tanpa
sadar lagkah kakinya sampai disekolahnya.Kepalanya mendongak saat terdengar
namanya dipanggil.Seorang laki-laki tampan yang menyandang sebagai kekasihnya
itu berlari kecil dengan raut khawatir kearahnya.
“Tadi
pagi aku kerumahmu,tapi ibumu bilang kau sudah berangkat”Ucapnya setelah tiba
dihadapannya.
“Hounto?"Bahkan
dia tidak sadar akan hal itu.Setiap hari semenjak mereka berpacaran mereka
memang selalu berangkat dan pulang bersama.Dan gara-gara mimpi buruknya semalam
dia lupa dengan kebiasannya itu.
"Daijobu?”
Laki-laki itu Nampak khawatir menatap raut wajah gadis itu.Wajahnya sedikit
pucat dengan kantong mata yang cukup menebal.”Kau sakit?”
Mendengar
ucapan itu dengan cepat dia menggeleng kepala.Tidak ingin membuatnya
khawatir.“Aku hanya kurang tidur”
Sebenarnya
dia tidak percaya dengan gadis itu.Dia yakin jika ada sesuatu yang
disembunyikannya.Tapi gadis itu sudah menolak tawarannya,mau tidak mau dia
hanya mengangguk.Karena memang pada dasarnya gadis itu sangat keras kepala.
“Sebentar
lagi bel berbunyi,sebaiknya kita segera masuk ke kelas”Gadis itu mengangguk
lalu berjalan disamping laki-laki itu.Tidak ada percakapan apapun diantara
mereka.Semua bergelut dengan pemikiran masing-masing.Obrolan yang selalu ada
saat mereka bersama seakan hilang diterpa angin.Hingga mereka berpisah karena
berbeda kelas.Keduanya masih bergelut dengan pikiran mereka.Dan tanpa mereka
sadari seorang gadis memperhatikan gerak-gerik mereka sejak pasangan itu
bertemu.Dia tersenyum kecil sebelum menuju kelasnya.
Dia
merasa ada yang berbeda hari ini.Mui,dia menatap gadis yang menatap
bukunya.Pandangannya kosong.Tidak focus dengan buku didepannya.Temannya itu
bersikap aneh sejak masuk kekelas.Tidak ada sapaan dan senyum manis dari gadis
itu.Sampai bel berbunyi dan guru keluar pun dia masih menatap bukunya dengan
pandangan kosong.Khawatir dengan keadaannya dia menghampiri gadis itu.Lonjakan
kecil dikeluarkannya tak kala pundak yang terlihat rapuh itu disentuhnya.
“Daijobu?”
Mui
adalah orang kedua yang bertanya hal yang sama padanya.Dia memaksa senyumnya
keluar dengan sebuah anggukan kecil.”Hari ini kau terlihat pucat.Apa kalian
bertengkar?”
Dia
mengerti apa maksud 'kalian'.Dirinya dan Toma.Memang tidak ada masalah diantara
mereka.Tapi ada hal yang menyangkut mereka dan membuatnya ingat akan hal
itu.Mimpinya semalam membuatnya terus memikirkannya.Seakan ada sesuatu yang
memperingatkannya lewat mimpi itu.Kembali,bulu romanya berdiri mengingat akhir
dari mimpinya.Jantungnya berdebar kencang.Dirabanya lehernya.Membayangkan jika
belati itu mengoyak kulit putih lehernya.
Melihat
tingkah Haruka yang aneh membuatnya sangat khawatir.
“Haruka?"
Dipanggilnya nama gadis itu menciptakan rasa terkejut pada gadis itu.Mui
tertegun saat Haruka tiba-tiba menatapnya.Tatapan gadis itu tersirat akan
ketakutan dan kekhawatiran.Tersirat betapa tidak berdayanya dia dari caranya
menatap.
“Mui…aku..aku
takut”Suaranya bergetar.Dia sangat takut.
“Kau
kenapa?" Kali ini mui mengambil kursi kosong lalu duduk di dekat Haruka
sambil memegangi tangan gadis itu yang berkeringat dan terasa dingin.
“Kita
ada waktu untuk bercerita.Sekarang katakan ada apa?”.
Suasana
kelas tidak begitu sepi.Beberapa siswa bercengkerama di sudut ruangan.Haruka
menundukkan kepalanya.”Semalam aku mimpi buruk.”
Dia
menunggu ucapan selanjutnya dengan sabar.”Aku berjalan bersama dengan Toma
ditaman.Rasanya sangat nyaman dan indah.Lalu tiba-tiba angin berhembus
keras.Hembusan angin itu sangat terasa.Dan ketika aku membuka mata kami berada
di hutan"
"Aku
merasa mimpi itu nyata.Bau lembab hutan sangat terasa.Tiba-tiba sosok bertopeng
menyerang kami.Toma berusaha melindungiku tapi dia ditendang hingga menubruk
pohon.Sosok itu mengeluarkan belati dan diarahkannya kepadaku”
“Mui aku
sangat takut.Mimpi itu benar benar nyata.Bahkan aku tidak menyangka jika itu
adalah mimpi”
“Toma
tidak apa-apa kan?Berarti itu hanya mimpi”
“Tapi
aku merasa itu sangat nyata”
Percuma.Temannya
tidak akan percaya dengan ceritanya.Memang terdengar gila tapi itulah yang dia
rasakan.Mimpi itu benar nyata.Mimpi buruk berarti sesuatu yang buruk akan terjadi.Dan
bisa saja kejadian buruk itu terjadi padanya atau Toma.Toma.Apa dia juga
bermimpi sepertinya?Dia harus menanyakan pada Tma.Hanya Toma yang mungkin bisa
dia percayai.
Tangannya
sibuk menulis mengerjakan tugas.Lampu kamarnya padam hanya lampu meja yang
menerangi pekerjannya.Sosok berjubah disampingnya terus menemaninya.Duduk
disalah satu kursi dengan meletakkan kaki kirinya di kaki kanan.Matanya tak
lepas menatap gadis yang sibuk mengerjakan tugas di depannya.
Dia
sangat suka melihat gadis itu melakukan sesuatu.Seakan segala tingkah laku
gadis itu adalah kejadian berharga yang tidak boleh dilewatkan.
“Kau
tidak bosan?”
Sebelah
alisnya terangkat.Tidak menyangka jika gadis itu juga memperhatikannya.Kali ini
gadis itu menoleh.
“Sejak
aku datang kau terus memperhatikanku.Apa kau tidak ada pekerjaan di
kerajaanmu?”
Gadis
itu tau dia mempunyai kerajaan.Dia tau semua tentang dirinya kecuali
perasaannya terhadap gadis itu.Dia berdiri berjalan mendekati gadis itu.
Gadis
itu sempat terhenyak,saat dia berlutut didepannya. "Kau
mengusirku,Hime?"
Seringai
terpampang diwajahnya saat gadis itu salah tingkah dengan panggilannya.Gadis
itu kembali mengerjakan tugasnya menyembunyikan semburat diwajahnya.
“Terserah.”
Dia tau
bahwa gadis itu sedang mengalihkan pandangan darinya.Dia berdiri lalu berjalan
menuju jendela yang terbuka.Dia berbalik sebelum keluar dari jendela menatap
gadis yang kini tengah menatapnya.
“Oyasumi”.Senyum
yang tulus mengawali kepergiannya.Tatapan gadis itu tidak bisa
diartikan.Tatapannya masih terpaku pada jendelanya yang terbuka.Entah kenapa
ada rasa tidak rela jika laki-laki itu pergi.Walaupun terlihat dingin dia
selalu memperlakukannya dengan baik.Tidak pernah laki-laki itu menyakitinya.
3 tahun
dia mengenal Raja kegelapan itu.Dia tidak mengerti kenapa laki-laki tampan itu
tetap bersamanya dan tidak membunuhnya.
Laki-laki
itu mengaku jika bertemu dengan manusia dia akan mengambil nyawa manusia
itu.Tapi dia masih hidup dengan sehat bahkan mereka terlihat sangat akrab.
Dia
kembali mengerjakan tugasnya setelah menghela nafas.
Tap Tap
Tap
Sepatunya
terbentur lantai marmer menimbulkan suara langkah seorang diri.Jubah
kebesarannya sedikit berkibar diterpa angin.Langkahnya memelan saat dilihatnya
pintu keemasan yang besar.
Kriieeett…
Suara
deritan pintu terdengar saat dia membuka pintu itu.Ruangan luas itu berisikan
ranjang berukuran king size,lemari besar,rak buku dan beberapa pajangan.Dia
memasuki kamarnya melepas jubah yang terlihat berat ,melemparnya asal keatas
ranjang.Dia hampiri balkonnya yang terbuka.Cahaya bulan bersinar terang menerpa
pipinya.Bisa dirasakannya kekuatan kegelapannya mengalir dalam tubuhnya.
Tenggorokannya
sangat kering.Dia baru ingat belum memakan apapun sejak 3 hari dirumah gadis
yang dikenalnya 3 tahun lalu.Badannya berbalik menatap pigura yang besar
terpajang dikamarnya.Nampak sosok dirinya dengan seorang perempuan yang
tersenyum bahagia disampingnya.Terlihat kebahagiaan dalam foto itu.Dirinya yang
tersenyum kecil memeluk pinggang perempuan itu yang tidak lain adalah istrinya
yang telah meninggalkannya.
Tapi dia
bersyukur bertemu reinkarnasi istrinya dialam manusia.Ya.Gadis yang ditemuinya
3 tahun lalu adalah reinkarnasi istrinya.Kini dia merasa damai dengan adanya
gadis itu.Seakan sebagian hidupnya yang hilang datang lagi.Tapi dia harus
menahan hasratnya akan gadis itu.Lantaran gadis itu adalah manusia dan tidak
memiliki perasaan apapun padanya.
Misa.Nama
gadis itu sama dengan nama istrinya.Semua perilaku dan sifatnya pun sama.Dia
yakin jika gadis itu benar-benar reinkarnasi istrinya.
Rasa
hausnya terasa lagi.Dia kembali menghadap suasana dunia kegelapan.Tidak ada
cahaya matahari yang datang kedunia itu.Tidak akan pernah.Dia melompat dari
balkonnya saat menangkap mangsa yang diincarnya.
Kedua
jemarinya bertautan dengan gelisah.Ditatapnya jam tangan yang belum ada 10
menit dia lihat tadi.20 menit sudah berlalu dari perjanjian.Batang hidung
laki-laki berkaca mata itu belum nampak.Kembali dia memainkan jemarinya sembari
menunggu.Belum sempat dia melihat jam tangannya , sebuah tepukan pelan
dia rasakan hampir membuatnya terlonjak.Dia mendapati laki-laki berkaca mata
yang dia tunggu tersenyum tanpa salah.Dia berdiri sebelum berdecak kesal.
“Maaf,aku
ada urusan tadi”Gadis itu masih merengut.”Akan kutraktir makan siang”
Berhasil.Gadis
itu tersenyum kecil lalu mengambil langkah disampingnya.Menjalankan rencana
jalan-jalan mereka hari ini.Hari minggu adalah hari yang pas untuk melepas
penat.Banyak orang yang memanfaatkan hari libur ini untuk meluangkan waktu
bersama keluarga,sahabat atau kekasih.Seperti yang dilakukan sepasang kekasih
itu.
Kencan?
Bisa dibilang itu adalah kencan pertama mereka.Mereka terlalu sibuk dengan
tugas sekolah membuat mereka jarang meluangkan waktu berdua.Mereka hanya
berencana untuk keliling kota.Tapi mengingat hari sudah cukup siang mereka
mampir ke salah satu kedai.Selama mereka bersama sejak ditaman tidak ada yang
menyadari jika sepasang mata tajam selalu mengawasi mereka dari kejauhan.
Entah
sudah keberapa kalinya dia menguap.Sejak berangkat dari rumahnya uapan yang
terus muncul dari mulutnya sudah berhenti.Baginya hari minggu adalah hari
bersantai.Tapi ibunya dengan paksa menyuruh membeli makanan.Dia membeli
sekaleng kopi mengingat seorang perempuan tidak pantas terus menguap.Dia ingat
bagaimana ibunya selalu mengingatkan kalimat itu.Biasanya disertai jitakan pada
kepalanya.
CKLEK
Diteguknya
sampai habis lalu melempar kaleng itu pada tempat sampah.Dirogohnya saku
jaket.Mengeluarkan selembar kertas yang bertuliskan bahan bahan yang harus dia
beli.Dia menghela nafas.Melihat daftar itu cukup panjang dia akan melakukan
hari yang melelahkan.Hari bersantainya akan terlewatkan kali ini.Untung kopi
yang dibelinya membuatnya sedikit semangat.Walaupun masih ada rasa malas
merayap tubuhnya.
“Yosh.Kalau
tidak cepat akan lama”Semangatnya pada diri sendiri.Belum sempat dia
meninggalkan mesin minuman matanya menangkap 2 sosok yang sangat
dikenalnya.Jantungnya kembali berdegup cepat.Dia menggigit bibir bawahnya
menahan rasa kesal.Tanpa sadar kakinya megikuti sepasang kekasih itu dari
kejauhan.Mereka terlihat berbincang dengan tertawa bersama sesekali.
Hatinya
panas melihat betapa romantisnya mereka.Kesal? Tentu.Dia sangat kesal dengan
keduanya.Laki-laki dan perempuan itu.Dia sangat kesal dengan keduanya.Dia
merasa telah ditikam dari belakang oleh keduanya.Pengorbanan yang dilakukannya
untuk laki-laki itu tidak membuahkan hasil selain pertemanan biasa yang tidak
bisa membuatnya memiliki laki-laki itu.
Dan
dengan prempuan? Bahkan dia sudah menganggapnya sahabat.Apapun yang dibutuhkan
perempuan itu selalu dia penuhi selama dia mampu.Dan sekarang dia sudah muak
dengan keduanya yang kini nampak duduk berdua pada sebuah meja makan di sebuah
kedai.
Tidak
mungkin dia tiba-tiba datang lalu menceramahi keduanya.Mereka akan curiga dengan
perasaannya.Sosok laki-laki berjubah yang selama ini bersamanya terlintas pada
benaknya.Dia ingin bertemu dengan laki-laki itu.Melakukan sesuatu yang dia
lakukan terhadap sepasang kekasih itu.
Dia
pergi dari tempatnya menatap sepasang kekasih itu.Membeli bahan makanan dengan
cepat sebelum pulang kerumah.
”Tadaima”Teriaknya
setelah pintu rumah terbuka.Dengan sedikit berlari dia menuju dapur menaruh
barang belanjaanya. “Aku ingin istirahat,jangan ganggu aku”Ucapnya pada ibunya
yang memasak.
“Ara,
kau tidak makan dulu?”
“Iranai”
Ditatapnya
punggung putri semata wayangnya hingga menghilang.Tidak seperti biasanya
putrinya itu tidak makan.Biasanya dia akan makan terlebih dulu sebelum pergi ke
kamarnya.
Dengan
cepat kakinya menginjak anak tangga hingga mencapai puncak.Tanpa mengurangi
kecepatan langkahnya dia menuju kamarnya.Menguncinya setelah dia
masuk.Bersamaan dengan terbaliknya tubuhnya sosok yang dia butuhkan muncul
dengan jubahnya.
“Membutuhkan
bantuanku?”
“Kau
tau?”
“Aku
selalu tau apa yang kau butuhkan,Hime”Seraya melangkah kearah gadis itu.Gadis
itu tidak bergeming saat tangan dingin itu memainkan pucuk rambut panjangnya.
"Aku
menagih janjimu waktu itu”Sebelah alisnya terangkat.Tidak tau apa yang dimaksud
gadis itu.” Aku ingin masuk ke mimpi mereka.Kali ini aku ingin memberi kenangan
yang tidak terlupakan.”
Tangannya
berhenti memainkan rambutnya.Seringai yang membuatnya semakin tampan nampak.Dia
tidak menyangka jika gadis itu bersungguh-sungguh.Bahkan untuk menghancurkan
orang yang dicintainya.
“Apapun
untukmu,Hime”
Kelopaknya
terbuka perlahan.Suasana hutan menyapanya.Dia merubah posisinya menjadi
duduk.Bisa dirasakannya tanah lembab yang kini didudukinya.Dia kembali masuk ke
mimpi itu.Mimpi yang akan menjadi kenyataan.Bisa dirasakannya keberadaan manusia
selain dirinya.Dia segera berdiri dan menghampiri manusia itu.Langkahnya
terhenti pada dahan pohon pinus.Sepasang kekasih yang sangat dikenalinya berada
di bawahnya dengan raut kebingungan.
Dia
melepas topengnya.Kali ini dia akan menunjukkan wujud aslinya.Saat sepasang
kekasih itu sadar akan keberadaannya dia turun dari dahan pohon yang cukup
tinggi itu.Mereka terkejut melihat orang yang mereka kenal adalah sosok
bertopeng yang mengacaukan hidup mereka.
"Misa?"
Gumam Toma,laki-laki itu menatap tidak percaya kearahnya.Disusul 1 tatapan yang
sama dari Haruka,gadis disamping Toma.
"Jadi
selama ini sosok bertopeng itu adalah kau?". Dia hanya menatap Toma dengan
pandangan yang sulit diartikan.Kali ini bukan belati yag digunakannya.Sebuah
katana pemberian laki-laki dingin itu dia gunakan.Keduanya tertegun saat dia
mengeluarkan katana.
Toma
menatap tidak percaya padanya saat diarahkannya katananya ke mereka.
”Misa!!”
Teriak Haruka dibalik punggung Toma.”Kenapa....kenapa kau melakukan ini?”
Sejenak
Misa terdiam.”Kalian tau,ini semua salah kalian”
Mereka
masih tidak mengerti dengan ucapan teman seklubnya itu.Memangnya apa salah
mereka? “Kalau saja..kalau saja kalian tidak bersama mungkin aku tidak akan
seperti ini pada kalian” Tersirat kesedihan dan kemarahan dari ucapannya.
Tidak
pernah dia merasa terpuruk seperti ini.Hidupnya selalu terisi dengan keceriaan
dengan teman-temannya.Tapi kali ini dia merasa jatuh kedalam jurang tanpa
sadar.Dengan mengumpulkan segala keyakinannya dia menyerang Toma.Toma mendorong
Haruka membuat mereka terpisah dan meninggalkan Misa menyerang Toma.
”Toma!!".
Haruka sangat khawatir dengan kekasihnya itu.Melawan musuh tanpa senjata
membuatnya kalah telak.Misa terus menyerang Toma yang selalu
menghindar.Menghindar tidak selamanya selamat.Beberapa tebasannya mengenai
kulit putih Toma menimbulkan tebasan dengan darah yang mengalir.
Dia
melirik Haruka yang bebas tanpa penjagaan.Toma menyadari Haruka akan
diserang.Dengan cepat dia berlari kearah Haruka.Bersamaan Misa yang
menghunuskan katana kearah Haruka.
JLEB
Matanya
melebar melihat gadis yang dicintainya tertusuk katana Misa.Darah mengalir
deras dari perutnya yang tertanam pedang.
“Mi…sa…."
Tepat setelah ditariknya katananya tubuh Haruka terhuyung jatuh
ketanah.Perutnya masih mengalir darah segar dari perutnya.Bau anyir tercium
dari hidungnya.
“Ini....mimpi”
Gumamnya masih menatap tubuh tidak berdaya gadis itu.
“ii’e".
Ditatapnya Misa.”Mimpi ini akan jadi kenyataan”
“Tidak
mungkin!!!!” Berbagai emosi terpasang diwajahnya.Tubuhnya jatuh berlutut.Dia
tidak percaya mimpinya.Bahkan dia tidak ingin mimpi ini jadi
kenyataan.Kepalanya tertunduk ke bawah.Pandangannya kosong.
“Bencilah
padaku,Toma”
Dia bisa
mendengar suara Misa dibelakangnya.Dia tau jika gadis itu mengangkat
pedangnya.Bersiap membunuhnya.Toma memejamkan matanya.Dia siap untuk mati.Dia
akan bertemu dengan kekasihnya.Dia tidak akan pernah meninggalkan kekasihnya
sendirian.Dan saat pedang itu terayun dengan cepat bisa dirasakannya darah
keluar dari tubuhnya.
Kota
digegerkan dengan ditemukannya mayat laki-laki dan perempuan yang tewas
bersimbah darah di ranjang mereka.Diduga mereka mempunyai hubungan khusus.Tidak
ada jejak dari pelaku pembunuhan.Dugaan sementara mereka dibunuh saat mereka
terlelap.
Misa
menatap dirinya didepan cermin.Dress putih selutut tanpa lengan.Rambut
panjangnya tergerai bebas.Wajahnya putih alami tanpa polesan kosmetik.
"Kau
yakin?” Dia berbalik saat sebuah suara itu berada tepat dibelakangnya.Laki-laki
itu.Dia datang seperti biasa dengan jubah kebesarannya dilengkapi atribut
layaknya seorang raja.Gadis itu tersenyum. Tulus. Tidak ada paksaan dari senyum
itu.”Aku sudah memikirkannya dengan matang.Jadi jangan biarkan membusuk”
Dia
mendengus mendengar penuturan gadis itu yang menurutnya konyol.Ditatapnya gadis
itu.Nampak cantik seperti istrinya.Sebentar lagi gadis itu bukanlah seorang
manusia.Dia akan menjadi sebangsa dengannya dan menjadi miliknya.Itulah resiko
jika menggunakan mimpi untuk membunuh seseorang.Gadis itu telah mengambil
resiko itu.Memberikan hidupnya padanya.
Sebenarnya
bisa saja dia membiarkan gadis itu menjadi manusia. Tapi itu sama saja dia
tidak menghargai keputusan yang sulit diambil.Lagipula itu juga kesempatan
bagus untuk memiliki gadis itu seutuhnya.Menjadikannya Ratu di kerajaan
kegelapan,mendampinginya.
Tangannya
terulur meraih pinggang ramping gadis itu.Mendekatkan tubuh gadis itu
padanya.Dia bisa merasakan tubuh hangat dan detak jantung yang cepat.Semburat
merah menghiasi wajah gadis itu tak kala dia mendengar degup jantungnya
sendiri.Wajahnya mendekati wajah gadis itu.Kemudian bibirnya menempel bibir
ranum gadis itu.
Bisa
dirasakannya bibir dingin itu menyentuh bibirnya.Ini memang pertama baginya
tapi entah kenapa dia bisa terbiasa dengan ciuman itu.Seakan mengikuti suasana
matanya tertutup.Tak lama dia tidak merasakan bibir dingin yang masih menempel
di bibirnya.Tidak dingin dan panas.Hawanya sama.Bahkan lengan kekar yang
sebelumnya dingin tidak terasa dingin lagi.
Tanpa
sadar dia membuka matanya lalu menjauhkan wajahnya.Dia terkejut saat melihat
sekelilingnya.Dia tidak berada dikamarnya.Langit gelap gulita dengan bulan yang
menjadi sumber cahaya.Rumah-rumah kecil yang dilihatnya terlihat remang-remang.Lolongan
serigala pun didengarnya.Dia baru sadar jika dia berada di balkon.Lengan kokoh
laki-laki itu masih setia di pinggangnya.Bahkan semakin lama semakin erat.
“Koko…”
“Di
kerajaanku.Dan sekarang kita berada di balkon kamar kita”
Kedua
alisnya bertautan. ”Kamar kita..?’
Laki-laki
itu menyeringai.Tanpa diduga dia menggendong gadis itu dan membawanya masuk
kedalam kamar.Melakukan hal yang menimbulkan suara desahan dan erangan
sepanjang malam.
REFERENSI
Sejak aku dilahirkan aku sudah terjerumus kedalam kegelapan yang dingin.Tidak
ada yang menyelamatkanku dari sumur yang dalam itu.Hingga kau datang dari
kegelapan membawa cahaya dan tangga agar aku bisa menggapaimu.Tanpa ku sesali
aku terlahir menjadi milikmu.Hidup didalam kegelapan duniamu yang merupakan
cahaya dan kebahagaiaan bagiku.Karena aku mencintaimu.
-MISA-
Aku berfikir jika aku tidak akan bisa melihat kehidupan lagi.Tapi aku bertemu
denganmu lagi dari cahaya yang sulit kugapai.Kulakukan apapun yang membuatmu
bahagia.Aku takut terlalu menyentuhmu.Aku takut kau akan terjerumus kedalam
duniaku.Aku tidak ingin membawamu ke kegelapan yang lebih dalam lagi.Karena aku
mencintaimu.
-TATSUYA-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar