Selasa, 01 Juli 2014

Fanfiction SasuSaku

Midnight(one shoot)

Pair : Uchiha Sasuke x Haruno Sakura
Genre : supernatural, mistery, action
Disclamer : Masashi Kishimoto
Warnings : OOC, Canon, Gaje, Typo, dll


Summary : Didalam hubungan mereka, mereka mempunyai suatu rahasia yang akan mempertemukan mereka dalam kehancuran.



Sakura menatap kesal ponselnya yang baru saja menampilkan pesan dari Sasuke kekasihnya. Padahal dia sudah merencanakan kencan mereka jauh-jauh hari tapi dengan buruknya Sasukemembatalkan acara kencan mereka dengan alasan ada rapat mendadak di kantor. 

Sekarang dia hanya duduk termenung sendirian di kafe langganan mereka sejak SMA. Dengan malas dia meminum milk stawberry kesukaannya. Dia merasa mimuman faforitnya itu tidak terasa enak lagi di lidahnya. Kenapa dia harus merasa seperti ini. Sejak lulus kuliah Sasuke sangat sulit di ajak kencan. Selalu ada halangan yang entah itu sungguhan atau tidak.

Padahal mereka adalah pasangan romantis di antara teman-temannya. Tapi itu dulvidak sekarang. Disaat sibuk benostalgia hubungan romantisnya ponselnya kembali bergetar. Namun bukan pesan dari orang yang dia harapkan.

Sakura berdecak kesal setelah membaca pesan itu. "Dasar orang-orang jahat. Kenapa mereka tidak lelah membuat keributan". Dihabiskan nya dengan cepat minumannya lalu bergegas pergi setelah menaruh uang di atas meja.

***

Langkah kakinya cepat. Nafasnya memburu. Setelah tananya mdmdgang luka di lengan kirinya yang tetap setia mengeluarkan liquid merah berbau amis. Tidak ada siapapun di sekitarnya. Malam hari yang sudah larut membuat semua orang berlindung dirumah mereka. Semua toko tutup dengan lampu yang sengaja dipadamkan. Menyisakan tiang-tiang lampu jalan sebagai penerangan

Kakinya berhenti melangkah saat seseorang yang mengejarnya dan menyerangnya berada di hadapannya. Sosok betudung dengan jubah hitam itu tidak menampakkan wajahnya. Laki-laki itu menggeram kesal. Di arahkan telapak tangannya ke sosol itu. Menimbulkan hembusan angin yang sangan kuat.

Dengao gesit sosok itu menghindari angin yang mengarah padanya. Dia berlari ke arah laki-laki itu. Sosok itu terlalu cepat. Laki-laki itu tidak bisa menghindar.

JRASSHH....

Laki-laki itu tumbang dengan darah yang mengalir dari dadanya. Nafasnya tidak lagi terdengar. Dia mati. Sosok itu menyimpan katana nya ke dalam jubahnya. Di berbalik akan pergi dari tempat itu. Tapi di urungkannya saat seseorang berada di hadapannya

Seorang gadis bersurai merah pucat menatapnya tajam. Dia melirik laki-laki yang sudah mati itu lalu mendengus.

"Jadi kau yang disebut 'pemabunuh berjubah' itu?". Dia tidak bergeming. "Kau tau, perbuatanmu itu meresahkan warga sipil yang tidak tau apa-apa"

Kali ini dia sedikit mengangkat wajahnya, menampakkan hidungnya yang mancung dan rahangnya yang kokoh. Membuktikan bahwa dia laki-laki.

"Lalu, kau mau apa?". Suara baritone itu terdengar tidak asing bagi Sakura. Sejenak dia berfikir siapa pemilik suara itu

"Sebagai ketua kedisiplinan Ashika aku di perintahkan unuk menangkapmu"

"Kalau aku tidak mau, kau mau apa?"

Desiran angin malam menerpa mereka yang saling menatap tajam.

Sakura kembali mengerutkan keningnya. Dia mengenal suara laki-laki itu. Tapi dia cukup pelupa untuk mengingat seseorang. Tapi dia yakin dia kenal dengan suara itu. Sekarang yang harus dipikirkannya menangkap laki-laki itu bagaimamapun caranya. Meskipun-

"Aku akan membunuhmu"

Sosok itu menyeringai. Dan dalam sekejap mereka telah di sibukkan dalam pertarungan fisik. Belum ada yang mengeluarkan sihir di antara merka. Pun tidak ada yang menggunakan senjata mereka. Pertarungan mereka sangat sengit. Tidak ada yang mengalah. Mereka sama-sama unggul

Sakura mengayunkan kaki nya tapi di tahan dengan lengan laki-laki itu. Laki-laki itu melayangkan tinju kearahnya. Dengan cepat ditepisnya. Tanganna terkepal meninju wajah laki-laki itu dari bawah. Tepat setelah laki-laki itu menghindar dia mengeluarkan sihir angin dari kepalan tangannya

Tudung laki-laki itu terbuka. Sakura kembali melayangkan tinjunya. Dengan cepat dia melompat meghindar. Kepala laki-laki itu tertunduk membuat Sakura penasaran akan sosok sebenarnya laki-laki itu

Laki-laki itu kembali menyeringai.

"Aku tidak menyangka kau mengincar tudtgku dari tadi". Perlahan dia berdiri. "Dan akt tidak menyangka akan secepat ini kita bertemu". Kepalanya terangkat menampakkan wajahnya dengan senyum mengejek.

Kedua mata Sakura melebar. Tubuhnya menegang. Jantungnya berdetak cepat. Dia menapat tidak percaya pada sosok dihadapannya. Benar jika dia mengenal suara itu. Dia sangat kenal dengan pemilik suara itu

Sosok itu. Laki-laki itu. Laki-laki yang sangat dicintainya. Yang sangat disayanginya. Berada dihadapannya menjadi seorang buronan dan pembunuh. Bahkan dia tidak menyangka jika laki-laki itu seorang penyihir. Salahkan dirinya yang tidak menyadari itu.

Laki-laki itu mendengus.

"Bagaimana? Kau tetap ingin menangkapku?", ucapnya menggantung. "Atau membunuhku?". Laki-laki itu menyeringai dalam kemenangannya.






Ini FF pertma ku. Mhon di review dan krisan nya. (Kritik dan saran)
See next time . . . . . .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar