Sakura menatap tajam laki-laki yang
sudah membawanya dengan paska dan tidak tau dimana dia sekarang. Laki-laki di
depannya hanya menatapnya datar tanpa terlihat emosi sedikit pun. Tangannya
terlipat di depan dada dengan gaya diapaling berkuasa di tempatnya sekarang.
Memang laki-laki itu sangat tampan dan dia hampir saja terjerat dengan kharisma
laki-laki itu. Kulit putih bagai porselen, tubuh kekar yang terlihat kuat,
rahang yang kuat, dan wajah yang tampan bagai malaikat.
Sakura tidak tau kenapa laki-laki
yang tidak dia kenal itu tiba-tiba membawanya ke tempat yang sangat asing
baginya. Dia sangat kesal saat akan berangkat sekolah laki-laki itu muncul
dengan tiba-tiba lalu menggendongnya di pundak dan sekarang Sakura tidak tau
dimana dirinya berada.
Sejak tiga puluh
menit yang lalu dia tiba di tempat itu, Sakura tetap diam tidak mengatakan
apapun karena si penculik juga tidak mengatakan apapun setelah memasukkannya di
sebuah kamar yang luas. Sakura menduga jika kamar itu adalah kamar laki-laki
itu. Terlihat ranjang king zise dengan meja kecil di sebelahnya, lemari pakaian
yang cukup besar, rak buku yang menjulang tinggi, dan kursi yang dia duduki
sekarang.
Sakura tidak tau
bagaimana dia bisa tiba di sini. Tiba-tiba saja dia sudah tiba di kamar tersebut
setelah dia di bawa.
Sakura tidak
tahan seperti ini. Dia ingin pulang segera. Dengan hentakan kaki yang kuat dia
berdiri. Baru akan melangkah laki-laki itu mecengkram lengannya kuat. Sakura
meringis tangannya terasa perih. Laki-laki itu menyentuh pundaknya dan
menekannya agar kembali duduk.
Walaupun Sakura
ahli Aikido tenaga seorang perempuan tetaplah kalah dengan laki-laki. Dia
kembali duduk dengan kesal. Sakura berdecak kesal.
“Apa maumu,
hah?! Kembalikan aku ke rumah! Aku tidak kenal denganmu!”.
Diam. Sakura
kesal tidak ada suara yang keluar dari mulut laki-laki itu. Sakura membuka
mulutnya hendak preotes lagi tapi terhenti karena akhirnya laki-laki itu mau
membuka mulutnya.
“Sasuke”. Sakura
mengeryit. “Namaku Sasuke, Sasuke Uchiha. Untuk sementara tinggallah disini”.
Sakura mendengus
kesal.
“Kau pikir kau
siapa?! Aku bukan budakmu, jadi pulangkan aku sekarang!!”
“Tidak bisa. Kau
harus disini”
Sasuke berjalan
menuju pintu. Sakura hendak mengejar laki-laki itu tapi kakinyatidak bisa
bergerak seakan ada paku yang menancapkan kakinya di lantai. Baru setelah
laki-laki itu keluar dan pintu tertutup kakinya bisa bergerak cepat.
Sakura menggedor
pintu dengan keras.
“KELUARKAN AKU
DARI SINI BRENGSEK!!! PULANGKAN AKU SEKARANG!!!”
Tidak ada
jawaban. Percuma, berapa kalipun Sakura menggedor pintu itu tidak akan terbuka.
Tangan Sakura terkepal kuat. Dia ingin pulang. Dia pukul sekali lagi pintu itu
dengan pelan. Tangannya sudah memerah dan perih. Suaranya serak terus
berteriak.
BUM
Sakura menoleh
saat terdengar suara ledakan dari luar. Kakinya melangkah mendekati jendela
besar yang tertutupi gorden putih. Dia sikap gorden itu saat terdengar lagi
suara ledakan.
Matanya melebar
saat melihat keadaan di luar sana. Dia tidak percaya jika dia akan berada dalam
keadaan yang seperti ini. Jantungnya berpacu cepat takut. Matanya memanas hanya
melihat keadaan tersebut.
Banyak tumpukan
mayat yang berlumuran dengan darah. Mayat manusia dan juga makhluk aneh yang
mirip seperti serigala tapi lebih besar dan bisa berjalan layaknya manusia.
Sakura menatap tanah lapang itu yang terlihat perti lautan darah dan mayat.
Dia tidak tau dimana
sekarang. Dia selalu menyukai buku yang bersifat fantasi dan mistis tapi dia
tidak pernah membayangkan jika dia akan terlibat dalam hal tersebut. Terebih
dalam keadaan genting seperti ini. Sebuah perang besar yang bisa saja dia akan
mati dalam sekejap karena dia adalah manusia biasa.
Bukan hanya
dirinya yang melihat peperangan tersebut tapi cahaya bulan yang bersinar terang
menjadi saksi perang berdarah itu. Sebelumnya dia kemari saat matahari sudah
bangun dari tidurnya dan sekarang bulan naik ke permukaan menampakkan cahaya
terangnya menghilangkan matahari yang dia lihat sejam yang lalu.
Sakura menatap
serigala besar yang dia asumsikan sebagai manusia serigala bertarung melawan
laki-laki yang menampakkan taring tajamnya. Dan bisa diasumsikan juga jika
laki-laki itu adalah vampir.
Manusia serigala
itu mengangkat tangannya keatas menampakkan cakarnya yang tajam berkilau
terkena cahaya bulan. Dengan sekali tebas vampir yang dia lawan tumbang dengan
luka menganga pada dadanya yang mengeluarkan darah dengan deras.
Sakura
terperanjat saat manusia serigala itu menatapnya. Dia menggeram sebelum berlari
ke arah Sakura yang berada dia atas. Dengan cepat manusia serigala itu memanjat
tembok menuju jendela di mana Sakura berada.
Tubuhnya bergetar
mundur. Dia akan mati. Di umur mudanya. Sakura tidak ingin mati. Dia masih
ingin menikmati udara pagi yang sejuk. Dia tidak ingin mati di umurnya yang
tujuh belas. Setidaknya biarkan Sakura menikah dan menikmati hidup berkeluarga.
TRANG...
“kyaaaaaaaaaaa”
Sakura terjatuh
terduduk di ranjang. Matanya menatap ngeri pada sosok manusia serigala yang
lebih besar dari orang dewasa menampakkan giginya yang runcing siap
mencabiknya.
Air mata yang
sudah terbendung tidak bisa dia tahan lagi. Dengan deras air matanya keluar
dari sudut-sudut matanya. Dia sangat takut. Dia tidak ingin mati. Matanya
tertutup saatmanusia serigala itu melayangkan cakarnya.
CRAS
Kelopak mata
Sakura terbuka saat sesuatu yang amis dan basah terkena wajahnya. Cairan pekat
itu bukan dari tubuhnya. Lalu siapa? Dengan ragu sakura melihat apa yang
terjadi. Sakura menahan nafasnya melihat laki-laki yang beberapa saat dia temui
membawa benda yang membuatnya muntah di tempat.
Kepala manusia
serigala itu di pegangnya tanpa ada rasa belas kasihan. Yang terlihat hanyalah
tatapan jijik dan sinis. Kelapa manusia serigala itu terbakar dengan api biru
lalu dibuangnya keluar jendela beserta tubuhnya.
Sasuke berbalik
menatap sakura yang masih ketakutan dengan air mata yang terus merembes dari
sudut matanya. Matanya yang merah dengan tiga titik tomoe berkilat. Dari rasa
kesal yang dia tunjukkan untuk laki-laki itu tadi kini berubah menjadi rasa
takut. Takut yang tidak terbayang.
Laki-laki itu
mendekatinya sontak sakura memundurkan tubuhnya. Sakura kembali menahan
nafasnya saat laki-laki itu sudah berada di depannya dalan sekejap mata.
Tubuhnya sangat kaku untuk bergerak. Jika dia bisa bergerak dia ingin berlari
menjauhi laki-laki itu walaupun itu percuma karena laki-laki itu sangat cepat.
Tangannya yang
berlumuran darah manusia serigala itu menyentuh pipi sakura. Dingin. Itulah
yang diarasakan sakura saat tangan itu menyentuh pipinya. Bau amis tidak bisa
terhindar dari indra penciumannya.
Emerlat sakura
menatap mata merah sasuke. Ada rasa takut dari mata itu tapi juga ada perasaan
yang bisa menjaganya saat melihat mata itu. Tanpa di sadarinya wajah sasuke
mendekat. Sakura tersadar saat merasakan
sesuatu yang lembut dan dingin menyentuh bibirnya.
Matanya melebar
saat baru menyadari sauke menciumnya. Sakura tidak bisa melawan. Entah kenapa
sakura menikmati ciuman itu. Walaupun terasa dingin tapi sakura menikmati
ciuman itu. Cukup lama bibir keduanya menempel.
Sasuke
menjauhkan wajahnya. Terlihat onix dari mata sasuke yang berbeda dari mata
merah tadi. Pandangan sakura mengabur melihat mata onix itu. Kepalanya tersa
pening, sangat. Dan detik berikutnya tubuhnya terhempas pelan di ranjang.
Sasuke hanya
menatap sakura yang pingsan akibat ciumannya tadi. Sengaja dia melakukannya
agar bisa membuat sakura lebih tenang. Sasuke ingat bagaimana dia sangat
ketakutan saat manusia serigala tadi memanjat tembok yang mengarah pada
kamarnya. Padahal dia sudah membuat penghalang di sekeliling kamarnya.
Dengan cepat dia
berlari menuju kamarnya lewat jendela yang sudah di hancurkan manusia serigala
tadi. Saringgan yang jarang dia gunakan muncul begitu saja saat melihat sakura
menangis ketakutan menatap manusia serigala itu. Dengan kejam sasuke mencabut
kepala manusia serigala itu dari tubuhnya.
Jika saja dia
tidak cepat mungkin dia akan kehilanagn gadis musim semi itu. Sasuke segera
memasang penghalang di sekitar ranjangnya saat suara langkah terdengar.
“sasuke mereka
mundur”. Laki-laki berambut pirang muncul lewat jendela kamar sasuke tepat
setelah sasuke selesai membuat penghalang. Laki-laki berambut
pirang dengan tiga garis di kedua pipinya menatap heran ke arah ranjang sasuke.
“sasuke dia siapa?”
Sasuke berjalan
mendekati jendela yang sudah hancur berkeping-keping. Menatap tanah lapang yang
baru saja menjadi lapang peperangan. Jika dia tidak pergi dari kastilnya
mungkin peperangan tadi tidak akan terjadi.
“naruto,
bersihkan mayat-mayat anjing itu dan obati yang masih bertahan”. Ucap sasuke
pada laki-laki pirang itu tanpa menoleh. “beritau semua komandan setelah itu
kita rapat”. Setelahnya sasuke menghilang entah kemana.
Naruto menghela
nafas dengan kelakuan teman kecilnya itu tidak pernah berubah. Sebelum naruto
melompat dia melirik ke arah ranjang sasuke yang tidak terlihat apapun. Tapi
dia merasakan ada sesuatu yang menghalangi pandangannya.
Dia juga heran
kenapa jendela sasuke bisa pecah yang kemasukan manusia serigala. Dia tidak
akan masuk jika tidak ada sesuatu di kamar sasuke. Naruto tidak bisa melihat apa
yang ada di ranjang sasuke walaupun mata kyubi sudah di pakainya. Kekuatannya
dengan sasuke berbeda jauh.
Naruto tidak
memperdulikannya lagi walapun dia yakin jika ada sesuatu di ranjang sasuke. Dia
melompat ke bawah dengan lancar. Insting hewan naruto memang tajam bisa
merasakan beradaan sakura di ranjang sasuke. Tapi matanya bisa di tipu dengan
mudah dengan penghalang yang sasuke buat.
Boleh juga
BalasHapusFantasinya menarik
Ada kelanjutannya?
BalasHapus