Selasa, 01 Juli 2014

FANFIC SASUSAKU

moonlight chap 1



            Sakura menatap tajam laki-laki yang sudah membawanya dengan paska dan tidak tau dimana dia sekarang. Laki-laki di depannya hanya menatapnya datar tanpa terlihat emosi sedikit pun. Tangannya terlipat di depan dada dengan gaya diapaling berkuasa di tempatnya sekarang. Memang laki-laki itu sangat tampan dan dia hampir saja terjerat dengan kharisma laki-laki itu. Kulit putih bagai porselen, tubuh kekar yang terlihat kuat, rahang yang kuat, dan wajah yang tampan bagai malaikat.
            Sakura tidak tau kenapa laki-laki yang tidak dia kenal itu tiba-tiba membawanya ke tempat yang sangat asing baginya. Dia sangat kesal saat akan berangkat sekolah laki-laki itu muncul dengan tiba-tiba lalu menggendongnya di pundak dan sekarang Sakura tidak tau dimana dirinya berada.
Sejak tiga puluh menit yang lalu dia tiba di tempat itu, Sakura tetap diam tidak mengatakan apapun karena si penculik juga tidak mengatakan apapun setelah memasukkannya di sebuah kamar yang luas. Sakura menduga jika kamar itu adalah kamar laki-laki itu. Terlihat ranjang king zise dengan meja kecil di sebelahnya, lemari pakaian yang cukup besar, rak buku yang menjulang tinggi, dan kursi yang dia duduki sekarang.
Sakura tidak tau bagaimana dia bisa tiba di sini. Tiba-tiba saja dia sudah tiba di kamar tersebut setelah dia di bawa.
Sakura tidak tahan seperti ini. Dia ingin pulang segera. Dengan hentakan kaki yang kuat dia berdiri. Baru akan melangkah laki-laki itu mecengkram lengannya kuat. Sakura meringis tangannya terasa perih. Laki-laki itu menyentuh pundaknya dan menekannya agar kembali duduk.
Walaupun Sakura ahli Aikido tenaga seorang perempuan tetaplah kalah dengan laki-laki. Dia kembali duduk dengan kesal. Sakura berdecak kesal.
“Apa maumu, hah?! Kembalikan aku ke rumah! Aku tidak kenal denganmu!”.
Diam. Sakura kesal tidak ada suara yang keluar dari mulut laki-laki itu. Sakura membuka mulutnya hendak preotes lagi tapi terhenti karena akhirnya laki-laki itu mau membuka mulutnya.
“Sasuke”. Sakura mengeryit. “Namaku Sasuke, Sasuke Uchiha. Untuk sementara tinggallah disini”.
Sakura mendengus kesal.
“Kau pikir kau siapa?! Aku bukan budakmu, jadi pulangkan aku sekarang!!”
“Tidak bisa. Kau harus disini”
Sasuke berjalan menuju pintu. Sakura hendak mengejar laki-laki itu tapi kakinyatidak bisa bergerak seakan ada paku yang menancapkan kakinya di lantai. Baru setelah laki-laki itu keluar dan pintu tertutup kakinya bisa bergerak cepat.
Sakura menggedor pintu dengan keras.
“KELUARKAN AKU DARI SINI BRENGSEK!!! PULANGKAN AKU SEKARANG!!!”
Tidak ada jawaban. Percuma, berapa kalipun Sakura menggedor pintu itu tidak akan terbuka. Tangan Sakura terkepal kuat. Dia ingin pulang. Dia pukul sekali lagi pintu itu dengan pelan. Tangannya sudah memerah dan perih. Suaranya serak terus berteriak.
BUM
Sakura menoleh saat terdengar suara ledakan dari luar. Kakinya melangkah mendekati jendela besar yang tertutupi gorden putih. Dia sikap gorden itu saat terdengar lagi suara ledakan.
Matanya melebar saat melihat keadaan di luar sana. Dia tidak percaya jika dia akan berada dalam keadaan yang seperti ini. Jantungnya berpacu cepat takut. Matanya memanas hanya melihat keadaan tersebut.
Banyak tumpukan mayat yang berlumuran dengan darah. Mayat manusia dan juga makhluk aneh yang mirip seperti serigala tapi lebih besar dan bisa berjalan layaknya manusia. Sakura menatap tanah lapang itu yang terlihat perti lautan darah dan mayat.
Dia tidak tau dimana sekarang. Dia selalu menyukai buku yang bersifat fantasi dan mistis tapi dia tidak pernah membayangkan jika dia akan terlibat dalam hal tersebut. Terebih dalam keadaan genting seperti ini. Sebuah perang besar yang bisa saja dia akan mati dalam sekejap karena dia adalah manusia biasa.
Bukan hanya dirinya yang melihat peperangan tersebut tapi cahaya bulan yang bersinar terang menjadi saksi perang berdarah itu. Sebelumnya dia kemari saat matahari sudah bangun dari tidurnya dan sekarang bulan naik ke permukaan menampakkan cahaya terangnya menghilangkan matahari yang dia lihat sejam yang lalu.
Sakura menatap serigala besar yang dia asumsikan sebagai manusia serigala bertarung melawan laki-laki yang menampakkan taring tajamnya. Dan bisa diasumsikan juga jika laki-laki itu adalah vampir.
Manusia serigala itu mengangkat tangannya keatas menampakkan cakarnya yang tajam berkilau terkena cahaya bulan. Dengan sekali tebas vampir yang dia lawan tumbang dengan luka menganga pada dadanya yang mengeluarkan darah dengan deras.
Sakura terperanjat saat manusia serigala itu menatapnya. Dia menggeram sebelum berlari ke arah Sakura yang berada dia atas. Dengan cepat manusia serigala itu memanjat tembok menuju jendela di mana Sakura berada.
Tubuhnya bergetar mundur. Dia akan mati. Di umur mudanya. Sakura tidak ingin mati. Dia masih ingin menikmati udara pagi yang sejuk. Dia tidak ingin mati di umurnya yang tujuh belas. Setidaknya biarkan Sakura menikah dan menikmati hidup berkeluarga.
TRANG...
“kyaaaaaaaaaaa”
Sakura terjatuh terduduk di ranjang. Matanya menatap ngeri pada sosok manusia serigala yang lebih besar dari orang dewasa menampakkan giginya yang runcing siap mencabiknya.
Air mata yang sudah terbendung tidak bisa dia tahan lagi. Dengan deras air matanya keluar dari sudut-sudut matanya. Dia sangat takut. Dia tidak ingin mati. Matanya tertutup saatmanusia serigala itu melayangkan cakarnya.
CRAS
Kelopak mata Sakura terbuka saat sesuatu yang amis dan basah terkena wajahnya. Cairan pekat itu bukan dari tubuhnya. Lalu siapa? Dengan ragu sakura melihat apa yang terjadi. Sakura menahan nafasnya melihat laki-laki yang beberapa saat dia temui membawa benda yang membuatnya muntah di tempat.
Kepala manusia serigala itu di pegangnya tanpa ada rasa belas kasihan. Yang terlihat hanyalah tatapan jijik dan sinis. Kelapa manusia serigala itu terbakar dengan api biru lalu dibuangnya keluar jendela beserta tubuhnya.
Sasuke berbalik menatap sakura yang masih ketakutan dengan air mata yang terus merembes dari sudut matanya. Matanya yang merah dengan tiga titik tomoe berkilat. Dari rasa kesal yang dia tunjukkan untuk laki-laki itu tadi kini berubah menjadi rasa takut. Takut yang tidak terbayang.
Laki-laki itu mendekatinya sontak sakura memundurkan tubuhnya. Sakura kembali menahan nafasnya saat laki-laki itu sudah berada di depannya dalan sekejap mata. Tubuhnya sangat kaku untuk bergerak. Jika dia bisa bergerak dia ingin berlari menjauhi laki-laki itu walaupun itu percuma karena laki-laki itu sangat cepat.
Tangannya yang berlumuran darah manusia serigala itu menyentuh pipi sakura. Dingin. Itulah yang diarasakan sakura saat tangan itu menyentuh pipinya. Bau amis tidak bisa terhindar dari indra penciumannya.
Emerlat sakura menatap mata merah sasuke. Ada rasa takut dari mata itu tapi juga ada perasaan yang bisa menjaganya saat melihat mata itu. Tanpa di sadarinya wajah sasuke mendekat. Sakura tersadar  saat merasakan sesuatu yang lembut dan dingin menyentuh bibirnya.
Matanya melebar saat baru menyadari sauke menciumnya. Sakura tidak bisa melawan. Entah kenapa sakura menikmati ciuman itu. Walaupun terasa dingin tapi sakura menikmati ciuman itu. Cukup lama bibir keduanya menempel.
Sasuke menjauhkan wajahnya. Terlihat onix dari mata sasuke yang berbeda dari mata merah tadi. Pandangan sakura mengabur melihat mata onix itu. Kepalanya tersa pening, sangat. Dan detik berikutnya tubuhnya terhempas pelan di ranjang.
Sasuke hanya menatap sakura yang pingsan akibat ciumannya tadi. Sengaja dia melakukannya agar bisa membuat sakura lebih tenang. Sasuke ingat bagaimana dia sangat ketakutan saat manusia serigala tadi memanjat tembok yang mengarah pada kamarnya. Padahal dia sudah membuat penghalang di sekeliling kamarnya.
Dengan cepat dia berlari menuju kamarnya lewat jendela yang sudah di hancurkan manusia serigala tadi. Saringgan yang jarang dia gunakan muncul begitu saja saat melihat sakura menangis ketakutan menatap manusia serigala itu. Dengan kejam sasuke mencabut kepala manusia serigala itu dari tubuhnya.
Jika saja dia tidak cepat mungkin dia akan kehilanagn gadis musim semi itu. Sasuke segera memasang penghalang di sekitar ranjangnya saat suara langkah terdengar.
“sasuke mereka mundur”. Laki-laki berambut pirang muncul lewat jendela kamar sasuke tepat setelah sasuke selesai membuat penghalang. Laki-laki berambut pirang dengan tiga garis di kedua pipinya menatap heran ke arah ranjang sasuke. “sasuke dia siapa?”
Sasuke berjalan mendekati jendela yang sudah hancur berkeping-keping. Menatap tanah lapang yang baru saja menjadi lapang peperangan. Jika dia tidak pergi dari kastilnya mungkin peperangan tadi tidak akan terjadi.
“naruto, bersihkan mayat-mayat anjing itu dan obati yang masih bertahan”. Ucap sasuke pada laki-laki pirang itu tanpa menoleh. “beritau semua komandan setelah itu kita rapat”. Setelahnya sasuke menghilang entah kemana.
Naruto menghela nafas dengan kelakuan teman kecilnya itu tidak pernah berubah. Sebelum naruto melompat dia melirik ke arah ranjang sasuke yang tidak terlihat apapun. Tapi dia merasakan ada sesuatu yang menghalangi pandangannya.
Dia juga heran kenapa jendela sasuke bisa pecah yang kemasukan manusia serigala. Dia tidak akan masuk jika tidak ada sesuatu di kamar sasuke. Naruto tidak bisa melihat apa yang ada di ranjang sasuke walaupun mata kyubi sudah di pakainya. Kekuatannya dengan sasuke berbeda jauh.
Naruto tidak memperdulikannya lagi walapun dia yakin jika ada sesuatu di ranjang sasuke. Dia melompat ke bawah dengan lancar. Insting hewan naruto memang tajam bisa merasakan beradaan sakura di ranjang sasuke. Tapi matanya bisa di tipu dengan mudah dengan penghalang yang sasuke buat.

2 komentar: