Jumat, 03 Oktober 2014

KUROKO NO BASUKE FANFIC



Battle Swort
By Muzushi Hana
Rated : Fiction M – Indonesia – AU crime fantasi
Kuroko no Basuke
Status : On going

BATTLE WORT CHAP 3

Kelopak matanya terbuka. Langsung saja dia mengernyit saat cahaya matahari sedikit menyinarinya. Sejenak dia mengerjapkan mata berusaha menyesuaikan diri.
Suara deritan  pintu membuatnya menoleh. Seorang perempuan berambut merah muda masuk membawa nampan berisi makanan. Bau harum sup jagung menguar dari mangkuk itu. “Kau sudah sadar”. Di letakkannya nampan itu di meja kecil samping ranjang. Tangannya dengan lembut membantu tubuh lemah Nanase yang berusaha bangkit.
“Koko wa?”, ucap Nanase lemah. Tangannya memegang kepalanya yang terasa pusing.
“Ini di rumahku. Aku menemukanmu di hutan jadi aku membawamu kemari”. Gadis itu berucap lembut dan  penuh perhatian. “Kau demam parah semalam tapi sepertinya daya tahan tubuhmu kuat”
Nanase terdiam. Kepalanya tertunduk dengan tatapan menerawang. Semalam dia melawan Kise Ryouta dengan  melepas kekai turunan keluarganya. Lalu melarikan diri ke hutan setelahnya dia tidak ingat apapun.
Di tatapnya gadis manis yang menolongnya. Gadis itu terlihat tidak asing. Tapi ingatan Nanase tentang masa kecilnya selalu lemah. Dan itu membuat kepalanya semakin pusing.
Suara langkah mendekat terdengar dari luar kamar. Tak lama seorang laki-laki tinggi hitam berambut biru gelap membuka pintu kamar membuat mereka menoleh.
“Aomine-kun”
Manik violet Nanase terbelalak kaget. Dia menatap laki-laki yang menatapnya malas itu. Meski begitu aura yang terpancar dari laki-laki itu sangat besar. Begitu menakutkan.
Laki-laki itu mendekati mereka dengan malas. “Momoi, dare ka? Kenapa ada di kamarku?”
“Aku menemukannya di hutan jadi aku membawanya kemari, ku pikir kau akan pulang besok”
Laki-laki itu mengusap kepalanya. “Tugas menangkap buronan kecil seperti itu sangat mudah, tanpa akupun mereka bisa sendiri. Baiklah aku akan tidur di kamarmu”
“Aomine Daiki”. Pangil Nanase pelan. Aomine berbalik mengerutkan keningnya. “Hontou ni Aomine Daiki?”
Tiba-tiba suasana menjadi serius. Momoi hanya menatap dua orang yang saling menatap itu bergantian.
Aomine menatap intens Nanase. Dia mengenalnya. Hanya saja apa yang di lakukan gadis bangsawan seperti Nanase di tempatnya. Terlebih Momoi menemukannya di hutan. Apa yang terjadi dengannya?
Nanase tidak menyangka akan secepat ini bertemu dengan laki-laki itu. Setelah energinya terkuras melawan Kise langsung saja bertemu Aomine Daiki. Butuh lebih dari kekai untuk melawan laki-laki itu. Dan Nanase belum siap melawannya sekarang.
“Momoi”, gadis itu langsung terkejut tiba-tiba di panggil. “Bisa kau keluar, aku ingin berbicara dengannya”
Momoi tampak bingung. Dia tidak mengerti apapun. Tapi yang membuatnya heran, apa yang akan Aomine bicarakan pada gadis itu? Gadis itu mengetahui nama Aomine, apakah Aomine juga mengenal gadis itu? “Doshita no? Dia baru saja siuman”
“Aku tidak akan melukainya, tidak ada untungmya bagiku. Lagipula aku sedang bosan bertarung’
Tentu saja Momoi tau Nanase bukan gadis-gadis biasa. Saat menemukannya ada pedang yang tersembunyi di balik jubahnya. Dan sekarang pedang itu berada di samping gadis itu. Pada akhirnya Momoi menurutinya. Ada rasa terbesit penasaran tapi nanti dia akan menanyakannya sendiri. Entah pada Aomine atau Nanase.
Setelah pintu tertutup Aomine duduk di kursi samping ranjang di mana tadi Momoi mendudukinya. Nanase menatap penampilan laki-laki itu. Hanya menggunakan baju khas serikat TOUOU tanpa lengan. Penampilannya lebih mendekati penjahat dari pada seorang kesatria dari serikat yang kuat.
Nanase membuka mulutnya hendak berucap namun Aomine memotongnya. “Tidak perlu meperkenalkan diri. Aku tau kau imouto Akashi Seijuuro”
Tubuh Nanase mengang. Insting hewan laki-laki itu begitu kuat. Tapi apakah dia juga mengetahui rencananya?
“Aku hanya heran padamu, kenapa kau ada di sini? Rumah dan serikatmu jauh ke utara dari sini. Apa yang kau rencanakan?”. Tentu saja Aomine tau gosip yang menyebutkan Nanase pergi dari rumah. Seorang putri bangsawan yang sangat terhormat berada di depannya. Dengan status sebelumnya putri menjadi kesatria liar tanpa ada serikat yang mengikatnya.
Nanase mulai gelisah. Dia tidak bisa memberitau rencananya meski mungkin dia tidak akan menyerang laki-laki itu. Memang benar rumahnya sangat jauh ke utara. Sekarang masalahnya dia berada di genggaman Aomine. Tubuhnya masih belum siap untuk bepergian, mungkin besok dia akan pulih. Aomine terus mengawasinya. Mungkin laki-laki itu sudah tau apa yang dia pikirkan sekarang.
Sampai hal itu terucap dari mulut Aomine tubuh Nanase semakin menegang.
“Bagaimana dengan Tetsu?”
Nanase sangat mengenal nama itu. Sangat kenal. Untuk apa laki-laki itu menanyakannya? Belum puaskah dia?
Nanase di penuhi amarah. Tangannya terkepal menahan emosi. Di tatapnya Aomine tajam. Laki-laki itu langsung tersentak menatap Nanase penuh amarah. Yang paling mengejutkannya adalah violet Nanase berubah memerah. Mengingatkannya pada seseorang.
Tapi, sejak kapan?
“Untuk apa kau menanyakan Kuro-nii? Kau mau menghancurkannya lagi? Apa kau tau kenapa aku kemari? Aku kemari untuk membunuhmu!!!”
Detik berikutnya Aomine terpental hingga ke dinding. Bahkan dinding itu retak seketika. Untuk saja Aomine bisa menggunakan sihir pertahanan yang melindunginya dari serangan Nanase. Tangan Aomine menyilang sebagai pertahanannya. Dia melirik Nanase dengan nafas memburu berdiri di samping ranjang.
Dia tau gadis itu belum kuat untuk menggunakan kekuatannya. Dia masih sakit dan gadis itu memaksakan diri. Lagi mata Aomine melebar. Gadis itu tidak menggunakan pedangnya tapi tangannya mengeluarkan bola api.
Aomine menghindar saat bola api itu terlempar dan mengenai dinding hingga berlubang. Momoi datang dan terkejut melihat lubang di tembok. Juga Nanase terlihat mengerikan.
Dahi Aomine berkerut. Serangan Nanase tidak beraturan dan amatir. Tanda jika dia jarang melakukannya. Yang membuatnya heran adalah kenapa Nanase menyerangnya tanpa alasan.
“Aku akan membalaskan dendam Kuro-nii”. Geram Nanase langsung menyerang Aomine dengan bola apinya.
Aomine melompat keluar menembus jendela kamarnya. Gadis itu mengejarnya. Auranya semakin pekat di penuhi kegelapan. Tiga ekor putih muncul di tubuh Nanase. Aomine sudah mengiranya.
Dia diam memusatkan pikiran. Nanase menggeram marah. Taring mulai muncul di giginya. Dengan cepat Aomine berada di depan Nanase. Meninju perutnya keras sampai gadis itu pingsan seketika. Momoi mendekap mulutnya. Berusaha tidak berteriak dengan kejadian tak terduga itu. Tubuh Nanase berada di gendongan Aomine. Ekor-ekor putih Nanase mulai menghilang dengan taringnya. Gadis itu kembali normal.
Satu hal yang dapat di simpulkan. Gadis itu mengenal Tetsu bahkan menganggapnya sebagai kakak. Dan juga Nanase membalaskan dendam Tetsu. Memang apa yang terjadi dengan Tetsu? Aomine sudah lama tidak bertemu laki-laki pendiam itu dan itu membuatnya tidak tau apa yang terjadi padanya.
Untuk saat ini Aomine harus waspada dengan gadis itu. Bisa-bisa kekainya terlepas lagi dan akan menghancurkan rumahnya. Aomine termenung menatap keluar dari jendela kamar Momoi.
Hari ini dia absen ke serikatnya. Momoi yang pergi karena dialah yang mengontrol segala sesuatu yang dibutuhkan untuk serikat. Sedangkan dirinya menjaga gadis yang kemarin telah menyerangnya secara brutal. Lubang di kamarnya belum di renovasi tapi untuk jendela kamarnya bisa di tutupi dengan kayu untuk sementara.
Nanase masih belum sadar sejak kemarin. Dia tertidur di ranjang Momoi. Meski demamnya sempat naik karena perkelahian mereka kondisinya sudah cukup membaik untuk sekarang.
Akashi Nanase. Aomine masing ingat saat bertemu gadis kecil yang lugu bersembunyi di balik punggung Tetsu saat laki-laki itu memperkenalkannya. Sifatnya sangat bertolak belakang dengan saudaranya, Akashi Seijuuro. Dia terlihat lebih lembut dan penakut.
Sekarang gadis itu tumbuh menjadi seorang pendendam yang dia tidak tau sebabnya. Tapi yang pasti itu ada hubungannya dengan teman mantan serikatnya dulu.
Kuroko Tetsuya, itu kuncinya.
Sesuatu yang terjadi pada laki-laki itulah yang membuat Nanase berubah.
Ditatapnya Nanase yang masih belum sadar. Sebenarnya apa yang terjadi setelah dia pergi dari serikatnya dulu?

1 komentar:

  1. Best Slot Machines Near Harrah's Reno-Tahoe Casino - Mapyro
    Find 제주 출장샵 the best slot machines 서귀포 출장안마 near Harrah's 천안 출장마사지 Reno-Tahoe Casino. See 부천 출장마사지 mapyro's location, rates, 대전광역 출장안마 amenities, and amenities.

    BalasHapus