Battle Swort
By Muzushi Hana
Rated : Fiction M –
Indonesia – AU crime fantasi
Kuroko no Basuke
Status : On going
BATTLE WORT CHAP 3
Kelopak matanya
terbuka. Langsung saja dia mengernyit saat cahaya matahari sedikit
menyinarinya. Sejenak dia mengerjapkan mata berusaha menyesuaikan diri.
Suara deritan pintu membuatnya menoleh. Seorang perempuan
berambut merah muda masuk membawa nampan berisi makanan. Bau harum sup jagung
menguar dari mangkuk itu. “Kau sudah sadar”. Di letakkannya nampan itu di meja
kecil samping ranjang. Tangannya dengan lembut membantu tubuh lemah Nanase yang
berusaha bangkit.
“Koko wa?”, ucap Nanase lemah. Tangannya memegang kepalanya yang
terasa pusing.
“Ini di rumahku. Aku
menemukanmu di hutan jadi aku membawamu kemari”. Gadis itu berucap lembut dan penuh perhatian. “Kau demam parah semalam tapi
sepertinya daya tahan tubuhmu kuat”
Nanase terdiam.
Kepalanya tertunduk dengan tatapan menerawang. Semalam dia melawan Kise Ryouta
dengan melepas kekai turunan keluarganya. Lalu melarikan diri ke hutan setelahnya
dia tidak ingat apapun.
Di tatapnya gadis manis
yang menolongnya. Gadis itu terlihat tidak asing. Tapi ingatan Nanase tentang
masa kecilnya selalu lemah. Dan itu membuat kepalanya semakin pusing.
Suara langkah mendekat
terdengar dari luar kamar. Tak lama seorang laki-laki tinggi hitam berambut
biru gelap membuka pintu kamar membuat mereka menoleh.
“Aomine-kun”
Manik violet Nanase
terbelalak kaget. Dia menatap laki-laki yang menatapnya malas itu. Meski begitu
aura yang terpancar dari laki-laki itu sangat besar. Begitu menakutkan.
Laki-laki itu mendekati
mereka dengan malas. “Momoi, dare ka?
Kenapa ada di kamarku?”
“Aku menemukannya di
hutan jadi aku membawanya kemari, ku pikir kau akan pulang besok”
Laki-laki itu mengusap
kepalanya. “Tugas menangkap buronan kecil seperti itu sangat mudah, tanpa
akupun mereka bisa sendiri. Baiklah aku akan tidur di kamarmu”
“Aomine Daiki”. Pangil
Nanase pelan. Aomine berbalik mengerutkan keningnya. “Hontou ni Aomine Daiki?”
Tiba-tiba suasana
menjadi serius. Momoi hanya menatap dua orang yang saling menatap itu
bergantian.
Aomine menatap intens
Nanase. Dia mengenalnya. Hanya saja apa yang di lakukan gadis bangsawan seperti
Nanase di tempatnya. Terlebih Momoi menemukannya di hutan. Apa yang terjadi
dengannya?
Nanase tidak menyangka
akan secepat ini bertemu dengan laki-laki itu. Setelah energinya terkuras
melawan Kise langsung saja bertemu Aomine Daiki. Butuh lebih dari kekai untuk melawan laki-laki itu. Dan
Nanase belum siap melawannya sekarang.
“Momoi”, gadis itu
langsung terkejut tiba-tiba di panggil. “Bisa kau keluar, aku ingin berbicara
dengannya”
Momoi tampak bingung.
Dia tidak mengerti apapun. Tapi yang membuatnya heran, apa yang akan Aomine
bicarakan pada gadis itu? Gadis itu mengetahui nama Aomine, apakah Aomine juga
mengenal gadis itu? “Doshita no? Dia
baru saja siuman”
“Aku tidak akan
melukainya, tidak ada untungmya bagiku. Lagipula aku sedang bosan bertarung’
Tentu saja Momoi tau
Nanase bukan gadis-gadis biasa. Saat menemukannya ada pedang yang tersembunyi
di balik jubahnya. Dan sekarang pedang itu berada di samping gadis itu. Pada
akhirnya Momoi menurutinya. Ada rasa terbesit penasaran tapi nanti dia akan
menanyakannya sendiri. Entah pada Aomine atau Nanase.
Setelah pintu tertutup
Aomine duduk di kursi samping ranjang di mana tadi Momoi mendudukinya. Nanase
menatap penampilan laki-laki itu. Hanya menggunakan baju khas serikat TOUOU
tanpa lengan. Penampilannya lebih mendekati penjahat dari pada seorang kesatria
dari serikat yang kuat.
Nanase membuka mulutnya
hendak berucap namun Aomine memotongnya. “Tidak perlu meperkenalkan diri. Aku
tau kau imouto Akashi Seijuuro”
Tubuh Nanase mengang.
Insting hewan laki-laki itu begitu kuat. Tapi apakah dia juga mengetahui
rencananya?
“Aku hanya heran
padamu, kenapa kau ada di sini? Rumah dan serikatmu jauh ke utara dari sini.
Apa yang kau rencanakan?”. Tentu saja Aomine tau gosip yang menyebutkan Nanase
pergi dari rumah. Seorang putri bangsawan yang sangat terhormat berada di
depannya. Dengan status sebelumnya putri menjadi kesatria liar tanpa ada
serikat yang mengikatnya.
Nanase mulai gelisah.
Dia tidak bisa memberitau rencananya meski mungkin dia tidak akan menyerang
laki-laki itu. Memang benar rumahnya sangat jauh ke utara. Sekarang masalahnya
dia berada di genggaman Aomine. Tubuhnya masih belum siap untuk bepergian, mungkin
besok dia akan pulih. Aomine terus mengawasinya. Mungkin laki-laki itu sudah
tau apa yang dia pikirkan sekarang.
Sampai hal itu terucap
dari mulut Aomine tubuh Nanase semakin menegang.
“Bagaimana dengan
Tetsu?”
Nanase sangat mengenal
nama itu. Sangat kenal. Untuk apa laki-laki itu menanyakannya? Belum puaskah
dia?
Nanase di penuhi
amarah. Tangannya terkepal menahan emosi. Di tatapnya Aomine tajam. Laki-laki
itu langsung tersentak menatap Nanase penuh amarah. Yang paling mengejutkannya
adalah violet Nanase berubah memerah. Mengingatkannya pada seseorang.
Tapi, sejak kapan?
“Untuk apa kau
menanyakan Kuro-nii? Kau mau
menghancurkannya lagi? Apa kau tau kenapa aku kemari? Aku kemari untuk membunuhmu!!!”
Detik berikutnya Aomine
terpental hingga ke dinding. Bahkan dinding itu retak seketika. Untuk saja
Aomine bisa menggunakan sihir pertahanan yang melindunginya dari serangan
Nanase. Tangan Aomine menyilang sebagai pertahanannya. Dia melirik Nanase dengan
nafas memburu berdiri di samping ranjang.
Dia tau gadis itu belum
kuat untuk menggunakan kekuatannya. Dia masih sakit dan gadis itu memaksakan
diri. Lagi mata Aomine melebar. Gadis itu tidak menggunakan pedangnya tapi
tangannya mengeluarkan bola api.
Aomine menghindar saat
bola api itu terlempar dan mengenai dinding hingga berlubang. Momoi datang dan
terkejut melihat lubang di tembok. Juga Nanase terlihat mengerikan.
Dahi Aomine berkerut.
Serangan Nanase tidak beraturan dan amatir. Tanda jika dia jarang melakukannya.
Yang membuatnya heran adalah kenapa Nanase menyerangnya tanpa alasan.
“Aku akan membalaskan
dendam Kuro-nii”. Geram Nanase
langsung menyerang Aomine dengan bola apinya.
Aomine melompat keluar
menembus jendela kamarnya. Gadis itu mengejarnya. Auranya semakin pekat di
penuhi kegelapan. Tiga ekor putih muncul di tubuh Nanase. Aomine sudah
mengiranya.
Dia diam memusatkan
pikiran. Nanase menggeram marah. Taring mulai muncul di giginya. Dengan cepat
Aomine berada di depan Nanase. Meninju perutnya keras sampai gadis itu pingsan
seketika. Momoi mendekap mulutnya. Berusaha tidak berteriak dengan kejadian tak
terduga itu. Tubuh Nanase berada di gendongan Aomine. Ekor-ekor putih Nanase
mulai menghilang dengan taringnya. Gadis itu kembali normal.
Satu hal yang dapat di
simpulkan. Gadis itu mengenal Tetsu bahkan menganggapnya sebagai kakak. Dan
juga Nanase membalaskan dendam Tetsu. Memang apa yang terjadi dengan Tetsu?
Aomine sudah lama tidak bertemu laki-laki pendiam itu dan itu membuatnya tidak
tau apa yang terjadi padanya.
Untuk saat ini Aomine
harus waspada dengan gadis itu. Bisa-bisa kekainya
terlepas lagi dan akan menghancurkan rumahnya. Aomine termenung menatap keluar
dari jendela kamar Momoi.
Hari ini dia absen ke
serikatnya. Momoi yang pergi karena dialah yang mengontrol segala sesuatu yang
dibutuhkan untuk serikat. Sedangkan dirinya menjaga gadis yang kemarin telah
menyerangnya secara brutal. Lubang di kamarnya belum di renovasi tapi untuk
jendela kamarnya bisa di tutupi dengan kayu untuk sementara.
Nanase masih belum
sadar sejak kemarin. Dia tertidur di ranjang Momoi. Meski demamnya sempat naik
karena perkelahian mereka kondisinya sudah cukup membaik untuk sekarang.
Akashi Nanase. Aomine
masing ingat saat bertemu gadis kecil yang lugu bersembunyi di balik punggung Tetsu
saat laki-laki itu memperkenalkannya. Sifatnya sangat bertolak belakang dengan
saudaranya, Akashi Seijuuro. Dia terlihat lebih lembut dan penakut.
Sekarang gadis itu
tumbuh menjadi seorang pendendam yang dia tidak tau sebabnya. Tapi yang pasti
itu ada hubungannya dengan teman mantan serikatnya dulu.
Kuroko Tetsuya, itu
kuncinya.
Sesuatu yang terjadi
pada laki-laki itulah yang membuat Nanase berubah.
Ditatapnya Nanase yang
masih belum sadar. Sebenarnya apa yang terjadi setelah dia pergi dari
serikatnya dulu?
Best Slot Machines Near Harrah's Reno-Tahoe Casino - Mapyro
BalasHapusFind 제주 출장샵 the best slot machines 서귀포 출장안마 near Harrah's 천안 출장마사지 Reno-Tahoe Casino. See 부천 출장마사지 mapyro's location, rates, 대전광역 출장안마 amenities, and amenities.