Jumat, 23 Desember 2016

FANFIC SASUSAKU

Moonlight chap 5

Mata yang sama. Raut wajah yang sama. Rambut yang sama. Bahkan aliran darah yang sama. Sasuke membenci hal itu. Seorang kakak yang sangat terobsesi dengan kekuasaan dan rela membunuh keluarganya sendiri. Dan sekarang dia telah menculik istrinya. Sasuke sangat membenci Itachi.

Sekian lama mereka tidak bertemu dan sekarang mereka kembali bertemu dalam medan pertempuran. Kali ini Sasuke akan memastikan sendiri kematian Itachi.

"Mana istriku?" Tanya sasuke geram. Matenya sudah berubah sejak menyadari kehadiran Itachi. Rasa kebenciannya begitu melekat.

"Dia aman bersamaku" jawab Itachi santai.

Mereka tidak memperdulikan keadaan sekitar mereka yang kacau balau. Mereka hanya fokus pada musuh utama mereka. Tidak ada yang berani mendekat, tidak ada yang berani menghalangi.

"Jadi benar kau menculiknya?"

"Aku hanya mengambil apa yang menjadi hakku. Sejak awal yang memiliki tahta itu adalah aku"

Sasuke mendengus kasar, Itachi masih saja mengincar tahtanya. "Kalau begitu tanya alasannya pada tousa  di alam baka"

Secepat kilat Sasuke menyerang ke arah Itachi. Mengarahkan pedangnya tapi Itachi berhasil menangkis. Mereka bertarung dengan sengit seakan-akan hanya mereka berdua yang bertarung. Sasuke kembali menyerang Itachi, Itachi berhasil menghindar lalu menendang Sasuke hingga terpental.

Sasuke meringis memegang perutnya.

"Kau masih lemah seperti dulu Sasuke. Kau tidak pantas disandingkan dengan Sakura istriku"

Sasuke menggeram marah. "Sakura adalah istriku!"

Itachi tersenyum sinis. "Sekarang Sakura milikku dan sekarang akan menjadi milikku selamanya"

Setelah berucap tanah kembali bergetar. Kali ini diikuti cahay terang putih dari tanah. Perlahan tapi pasti sesosok muncul dari tanah dengan cahaya menyinar dari tubuhnya. Mata Sasuke membulat begitu melihat sosok itu.

Sakura dengan mata kosong menjelma menjadi dewi yang sangat cantik. Dia mengenakan kimono sutra yang menjuntai indah dengan sulur-sulur emas. Sekali lagi Sasuke melihat wanita yang dicintainya berubah menjadi dewi cantik jelita namun bisa menghancurkan apapun.

"Sakura", panggil Sasuke lirih. Tapi tentu saja Sakura tidak akan mendengar perkataan Sasuke. Wanita itu sudah berada di bawah kuasa Itachi. Sepenuhnya.

Seluruh pasukan yang melihat kejadian itu terkejut sekaligus takjub. Waktu seakan berhenti. Tidak ada lagi yang bertarung. Semua mata tertuju pada Sakura.

"Kemarilah Sakura", tangannya terulur pada Sakura. Sakura yang berada di bawah kendali menurut mendekati Itachi. Cahay dari tubuhnya mulai menghilang. Itachi memeluk pinggang Sakura. Hal itu semakin membuat Sasuke marah.

"Itachi, kau apakan istriku!!"

Itachi hanya tertawa. Dia sangat senang melihat kemarahan dan kekesalan adiknya.

"Apa kau tidak melihatnya? Aku membuat Sakura menjadi milikku seutuhnya. Oh dan bayinya tidak akan bertahan lama jika Sakura berubah dalam wujud ini terus"

Apa? Bayi? Batin Sasuke mulai bergejolak. Sakura sedang mengandung bayinya. Darah dagingnya. Memang tidak berpengaruh apapun pada peperangan ini. Dia berbohong pada Sakura agar wanita itu mau mempercayai dan menjadi miliknya. Tapi jika sudah ada bayi dalam perutnya, Sakura tidak bisa terus-menerus dalam wujud itu atau dia akan kehilangan bayinya.

Sasuke tidak akan membiarkan Itachi memiliki Sakura dan melenyapkan bayinya. Tidak akan.

"Aku akan merebut kembali istriku"

Itachi tersenyum sinis. "Silahkan saja"

Itachi mengarahkan tangannya pada Sasuke, menyuruh Sakura maju melawan. Sasuke yang terkejut hanya bisa menahan serangan Sakura. Dia tidak bisa melawan Sakura dalam keadaan seperti itu. Sakura adalah istrinya.

Wujud dewinya memang sangat tak terbatas dan itu membuat Sasuke cukup kewalahan. Sasuke harus menyadarkan Sakura. Dia yakin Sakura mencintainya. Dia bisa merasakan perasaan itu saat penyatuan mereka semalam. Sasuke tidak akan lupa wajah berseri Sakura.

Sasuke memegang kedua tangan Sakura kuat. "Sakura sadarlah. Ini aku Sakuke suamimu"

Seakan tidak mendengar apapun Sakura menepis tangan Sasuke dan melepaskan pukulan keras pada Sasuke. Sasuke terjungkal jauh ke belakang. Pukulan Sakura mengenai lengan kirinya. Sasuke adalah kaum bangsawan murni. Dia dengan cepat bisa menyembuhkan luka. Tapi sakit di lengannya tidak bisa hilang. Ada apa dengan dirinya?

Itachi tertawa melihat raut kebingungan Sasuke. "Bagaimana kekuatan istriku. Jika kamu hanya menahan serangannya kau hanya akan kehabisan tenaga. Apa kau tidak bisa melihat rembulan?"

Benar. Kekuatan terbesar makhluk malam adalah bulan. Dan sekrang seakan terhalang sesuatu sinar bulan tidak nampak sedikitpun. Seluruh pasukannya juga merasakan hal yang sama. Ini sangat buruk.

Naruto mendekati Sasuke. "Sasuke sebaiknya kita mundur dulu. Pasukan kita juga mulai terpojok"

"Tidak! Aku tidak akan membiarkan Sakura berada di tangan penghianat"

Naruto tidak bisa membantah perkataan Sasuke. Naruto ibgat kejadian ini sama seperti dulu.

"Sakura musnahkan dia", ucap Itachi menunjuk Sasuke.

Lagi-lagi dibawah pengaruh Sakura mengeluarkan pedangnya. Dia sudah bersiap menyerang Sasuke. Sedangkan Sasuke hanya bisa bersiap menahan serangan Sakira dengan katananya. Tapi diluar dugaan, tiba-tiba Sakura sudah berada di hadapannya.

Pedang Sakura menembus tubuh Sasuke. Darah mulai mengucur deras dari perutnya. Sasuke menjatuhkan pedangnya. Dia tidak menduga akan mati di tangan istrinya sendiri. Wanita yang sangat dicintainya.

Perlahan Sasuke memeluk Sakura. Membisikkan kata-kata manis di telinga istrinya.

"Sakura, aku mencintaimu"

Seakan kata-kata itu adalah sihir, Sakura kembali sadar dan terkejut melihat Sasuke di depannya berlumuran darah dan di tangannya terdapat pedang yang menusuk Sasuke.

Itachi terperanjat menyadari kendali atas Sakura lenyap. "Apa yang terjadi? Kenapa bisa?"

"Sasuke?"

Pandangan Sasuke yang melemah terlihat bersinar mendengar suara Sakura. "Sakura...kau sudah...sadar..", ucapan Sasuke tertahan.

"Sasuke.. Aku.. Kenapa aku..", bingung dengan keadaan Sakura menahan tubuh Sasuke yang limbung. "Sasuke! Sasuke bertahanlah. Aku mohon bertahanlah", Sakura tidak bisa menahan tangisnya.

Keadaan Sasuke semakin melehan. Hanyak darah yang keluar, kesadarannya juga mulai mengabur.

"Sakura.. Jangan menangis..", tangan Sasuke terulur menghapus air mata Sakura. Dengan sigap Sakura memegang tangan Sasuke.

"Sasuke jangan tinggalkan aku. Aku mencitaimu. Aku mencintaimu Sasuke"

Itachi geram melihat pemandangan itu. Dia maju akan menyerang mereka tapi Naruto sudah menghalanginya.

"Tidak akan kubiarkan kau mendekati Raja kami". Naruto sebisa mungkin menahan Itachi bersama Kiba. Dia harus memberi waktu agar Sasuke bisa pulih kembali. Atau dia bisa membalaskan dendam Rajanya untuk membunuh Itachi.

Sakura merasakan tangan dingin Sasuke. Kelopak mata Sasuke juga semakin menutup. Membuat Sakura sangat takut kehilangan Sasuke. Sasuke berguman pelan sebelum matanya tertutup seutuhnya.

"Sasuke? Sasuke?". Sakura merasa jantungnya berhenti berdetak. Sasuke benar-benar meninggalkannya. "TIDAK.....!!!!!!"

Tubuh Sakura kembali bersinar kali ini bersama Sasuke di pangkuannya. Aura yang lebih besar dari sebelumnya mulai terasa. Menggetarkan tanah dan menghembuskan angin besar.

Itachi hanya terpaku melihat cahaya itu semakin terang. "Apa yang terjadi?"


~~~~~

Gomen lama banget postnya.. Sibuk sama cerita lain jadi ff ini jadi terlupakan.. Makasih masukan dan komennya.. Jangan lupa komen ya... Arigatou...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar